Queensa

Queensa
Queensa "252"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Alex tampak menganggukkan kepalanya. Dia menghubungkan laptopnya dengan proyektor, agar bisa di lihat oleh semua orang.


"Now," gumam Queen pelan, dengan jari jemari yang sudah mulai menari dengan terambil di atas keyboard. Kini, layar komputer tengah menampilkan kata-kata yang tidak bisa dimengerti, oleh orang awam.


Pertama-tama, layar proyektor menampilkan logo Abaraham Grup, dan kemudian gambar berubah menjadi sebuah video.


Video itu di rekaman dalam sebuah ruangan, di mana Kirana tengah melakukan hubungan yang tidak senonoh dengan seorang pria, yang dengan sekali lihat saja bisa diketahui kalau itu bukanlah Mario, ayah Queensa.


Mata Kirana membulat dan dia pun panik bukan kepalang, "Alex, cepat matikan!"


Alex yang sebenarnya sudah mengetahui rencana ini, juga ikut berpura-pura panik dan terkejut. Dia berusaha mematikan video itu, tapi tidak bisa dihentikan sama sekali.


Suara ******* terdengar semakin nyaring, di ruang pertemuan itu. Membuat Kirana semakin kehilangan muka dan harga dirinya.


"Yo! Ternyata Ibu Kirana yang terhormat sangat baik hati, hingga bersedia menunjukkan adegan panasnya bersama selingkuhannya." Orang yang berbicara itu adalah Ayleen, CEO dari Harold Grup.


Wanita ini memang sudah lama menaruh dendam pada Kirana, karena suatu alasan.


Kirana menatap Ayleen dengan tatapan nyalang, "Jaga mulut anda! Saya yakin ini sabotase seseorang."


Wajah perwakilan dari pemerintah yang hadir di sana, berubah menjadi sangat buruk setelah melihat video itu. Ia merasa bahwa Kirana berniat main-main di ruang rapat ini.


Wajah Kirana berubah menjadi pusat pasi. Bukan tanpa alasan, tapi ini merupakan proyek besar dan ia tidak boleh kehilangan kesempatan ini.


Para pemegang saham yang lain, juga tampak mulai meragukan kemampuan dan kinerja Kirana, setelah melihat sisi buruk dari seorang Kirana.


"Pak, tolong bapak kasih saya kesempatan lagi. Saya yakin ini sabotase orang lain. I-ini pasti ulah Harold Grup, mereka punya dendam sama saya." Kirana melimpahkan semua kesalahan pada Harold Grup.


Ayleen tampak tenang dan bahkan tersenyum sinis, "Anda tau, paling pantang bagi seorang pengusaha terhormat untuk mengalihkan tanggung jawab sebuah kesalahan keatas kepala orang lain. Ah, saya jadi ingat kalau anda itu bahkan tidak punya hubungan darah dengan keluarga Abraham. Anda cuma orang luar yang membantu perusahaan saat pemilik aslinya sakit."


Anggota perwakilan pemerintah itu memanggil penjaga, “Bawa orang-orang dari Abraham Grup pergi dari sini!"


Queen tersenyum melihat Kirana yang di usir secara tidak hormat, “Ini baru permulaan."


Dion menatap Queen lekat, "Setelah berita ini menyebar, saham Abraham Grup akan jatuh."


Queen mengangguk dan tetap bersikap dengan tenang, "I see. Tapi itu salah satu tujuan gue. Karena dengan begini, pemegang saham Abraham Grup bakal kecewa sama kinerja Kirana dan di saat itu juga, gue bakal muncul sebagai super angel."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...