Queensa

Queensa
Queensa "270"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tapi kenapa di saat Putri kembali, dia justru merasakan perasaan yang tidak seharusnya ada di hatinya, untuk Queen yang kini dia tau adalah kakak dari Putri.


Tak ingin merusak suasana, Alana pun bergegas pergi dari sana tanpa kata. Dan tentu saja hal itu membuat semua orang keheranan, termasuk Queen yang juga tidak mengerti apa yang terjadi pada Alana.


Namun mereka memiliki masalah yang lebih penting, sehingga mereka memilih untuk mengabaikan Alana lebih dulu.


"Jadi kamu percaya kalo aku nggak kayak apa yang merek bilang, Al?" tanya Queen dengan perasaan yang berbunga-bunga.


Karena ternyata Varo sebegitu percayanya jika dia bukanlah simpanan om-om kaya raya seperti berita hoax yang sedang trending itu.


Varo pun mengangguk mantap, "Tentu. Aku percaya seratus persen, bahkan seribu persen kalau perlu. Kamu mau tau kenapa?" Queen menganggukkan kepalanya karena mengira Varo akan mengatakan jika dia percaya padanya karena dia mencintainya, "Karena muka kamu itu nggak cocok buat jadi sugar baby, tapi~"


Belum juga sempat dia menyelesaikan ucapannya, Queen sudah lebih dulu memukul-mukul Varo dengan buku miliknya karena kesal dengan alasan Varo yang begitu tidak sesuai dengan ekspektasinya.


"Aw aw aw sakit, Sa." Varo terus menjerit karena pukulan bertubi yang Queen layangkan padanya.


"Siapa suruh kamu kalo ngomong suka benar!"


Varo menahan tangan Queen dan segera melanjutkan kalimatnya yang tadi terpotong, "Kamu emang nggak cocok jadi sugar baby, soalnya kamu cocoknya jadi istri aku!"


Sontak saja semua orang yang mendengar seruan Varo yang sekeras toa masjid itu, melongo dibuatnya.


Queen berbisik dengan muka merah, "Ish, jangan ngaco deh, Al."


Varo pun menyingkirkan tangan Queen dari mulutnya, "Siapa yang ngaco? Orang gue serius kok? Kalau perlu sekarang juga gue bawa lo ke KUA."


Sedetik setelah Varo mengatakan hal itu, tangan Adam sudah nangkring cantik di jidat Varo, "Jin tomang, jin botol, jin dan jun! Keluar lo dari tubuh temen gue!"


Plak"


Adam mengaduh kesakitan saat tangannya di tepis dengan keras oleh Varo, "Sialan lo! Gue nggak kesurupan kaum lo!"


"Anjir, gue bukan bangsa jin, ege! Gue sebangsa setan," Adam tertawa lepas hingga dia kembali mendapat tabokan, tapi kali ini bukan dari Varo, melainkan dari Alvin.


"Sekarang yang penting, gimana caranya lo buat klarifikasi ini ke kepala sekolah, Sa. Soalnya berita ini tuh udah nyebar ke satu sekolah, jadi lo pasti bakal dipanggil. Dan klarifikasi lo juga belum tentu bisa bikin pikiran buruk semua orang tentang lo itu ilang, jadi lo harus pikirin gimana cara buat bersihin nama lo."


Perkataan Alvin, tentu saja membuat semua orang kini terdiam. Benar memang, meskipun Queen mengelak hal itu. Tapi dia tak akan bisa mengubah pandangan orang lain terhadapnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...