
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen yang sudah tak sanggup lagi membendung air matanya pun, akhirnya menangis dan menumpahkan segala keluh kesah dan sesak di dada yang selama ini dia pendam sendiri.
"Kalo mau nangis ya nangis aja Queen. Lo itu manusia, lo bukan patung tanpa hati yang nggak bisa ngerasain sakit. Lo berhak buat nangis, lo berhak buat marah sama apa yang menimpa lo. Tapi lo harus inget Queen, Tuhan pasti nggak serta merta ngasih lo cobaan yang nggak bisa lo lewatin."
Meskipun Selena terkadang manja, cerewet dan jahil, tapi di saat yang tepat dia bisa menjadi sosok yang berbeda.
Selena mampu mengeluarkan kata-kata indah yang begitu menyejukkan di hati Queensa yang tengah dilanda gundah gulana, membuat rasa sakitnya sedikit berkurang.
"Tuhan ngasih lo cobaan yang berat, berarti lo adalah orang yang kuat dan nggak semua orang mampu buat jadi lo. Dan lo juga harus inget kalau semua orang itu punya masalah mereka sendiri, dan bisa jadi masalah mereka lebih berat dari masalah yang Tuhan kasih ke lo."
Seketika air mata Queen yang tadinya sudah mengalir, kini kian bertambah deras membasahi kedua pipinya.
Namun apa yang Selena katakan memang benar adanya, karena semua orang memang sudah ditakdirkan dengan masalah hidup mereka masing-masing.
Dan merasa menjadi orang paling tidak beruntung adalah kesalahan yang besar, karena di luar sana mungkin ada yang lebih menderita dari kita namun mereka masih sanggup bertahan.
Selama beberapa menit Queen terus tenggelam dalam isak tangisnya, dia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali dia menumpahkan air matanya.
Mungkin saja sejak saat Bunda tercintanya meninggalkan dunia ini, atau mungkin sejak hari dimana ayahnya datang dengan membawa seorang wanita yang belum pernah dia lihat dan memperkenalkannya dia sebagai ibu barunya.
Saat itu Queen mengamuk sejadinya, masih belum ada air mata saat dia meluapkan segala amarahnya pada sang ayah.
Tidak pantaskah Queen marah?
Tidak berhak kah dia melarang ayahnya menikah lagi?
Tidak bolehkan Queen kecewa pada ayahnya?
Air mata Queen baru luruh saat dia memilih mengakhiri perdebatan dengan sang ayah yang tak kunjung menemukan titik terang.
Tepatnya saat Queen masuk ke kamarnya, mendekap erat fotonya bersama mendiang ibundanya. Rasa sakit itu kembali menyeruak dan membuat Queen meneteskan air matanya semalaman penuh, dia terisak dan menangis dalam diam sepanjang malam.
Meredam suara tangisnya dengan bantal yang dia gunakan untuk menutupi kepalanya.
Dan setelah hari itu, Queen berjanji tak akan pernah ada lagi air mata yang jatuh dari wajahnya dan tak akan dia biarkan siapapun merebut tempat bundanya.
Queen sudah berjanji kalau dia akan membongkar kebusukan ibu tirinya itu, mencari tau apa yang sebenarnya wanita licik itu rencanakan terhadap keluarganya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...