Queensa

Queensa
Queensa "221"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Dih, dasar playboy asli cap badak! Cewek lo di luaran udah banyak, masih aja bilang jomblo." sahut Mila dengan nada mengejek.


"Mereka itu bukan pacar gue, cuma Fans. Fans, ok? Fans sama pacar itu beda, kalau fans itu cuma temen rasa pacar, tapi kalau pacar itu calon makmum gue." Adam pun tertawa lepas setelah melontarkan candaan garing bin krispinya, yang sama sekali tidak lucu itu.


*


Di tempat lain, tepatnya di tepi sebuah danau dengan angin yang berhembus pelan, membelai wajah seorang pria yang tampak tengah duduk melamun memandangi pantulan wajahnya di air.


Pria itu menghela nafas kasar, kemudian mengeluarkan ponselnya hingga menampilkan foto seorang gadis cantik dengan gaun putih gading yang membuatnya terlihat sangat cantik dan manis.


Bahkan hanya dengan melihat fotonya saja, bisa kita perkirakan jika gadis itu adalah seorang gadis yang lembut, polos dan feminim.


"Putri atau Queensa?" gumamnya.


Tidak salah lagi, pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Alana. Dia langsung bergegas datang ke tempat itu, setelah dia menyelesaikan urusan pembayaran perawatan rumah sakit untuk Varo.


Dia datang untuk menenangkan diri dan mencoba merenungkan saran dari Varo. Saran yang menyuruhnya untuk menanyakan lagi alasan kenapa Putri meninggalkannya, tahun itu.


Meskipun dia pernah mendengar alasannya, dulu, tepat sesaat sebelum Putri benar-benar meninggalkannya, tapi seperti yang Varo sarankan, dia harus menanyakan lagi alasan sebenarnya kenapa Putri meninggalkannya saat itu.


Jika dia masih merasakan rasa sakit yang sama, saat mendengar putri mengatakan alasan yang dulu pernah dia dengar, maka itu artinya nama putri memang masih bertakhta penuh dihatinya.


"Apa gue siap buat denger lagi alasan yang udah nyakitin gue dulu?" gumamnya sembari mengusap lembut wallpaper ponselnya yang memperlihatkan wajah cantik Putri, saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar.


Setelah cukup lama berpikir dan merenung, akhirnya Alana pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, karena dia tak bisa meninggalkan Putri sendirian terlalu lama.


Tadinya dia ingin menghubungi orang tua Putri, tapi bahkan nomor kontak orang tua Putri dulu, sudah tak lagi dapat dihubungi. Dan Alana yakin, jika itu adalah permintaan anak gadis mereka, Putri. Sehingga dia harus menunggu Putri sadar untuk meminta nomor kontak orang tuanya.


*


Sedangkan Queen sendiri saat ini sedang menatap langit-langit kamarnya, dan melamunkan segala hal buruk yang masih saja terus menimpanya.


Mulai dari kematian ibunya, ayahnya yang menikah lagi, ibu tirinya yang berniat buruk padanya dan juga keluarganya, lalu pengkhianatan kedua sahabatnya.


Hingga pengkhianatan semua pria yang mendekatinya, begitupula dengan Alana yang menambahkan daftar bekas luka, seorang pria yang menyakiti Queensa bahkan sebelum mereka resmi jadian.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...