
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Alana benar-benar sudah dibuat tercandu-candu, oleh senyuman manis nan tulus dari Queensa. Senyuman yang mampu melelahkan hati Alana yang pernah membeku, mengobati hati yang sudah hampir mati rasa, memberitahukan apa arti dari senyuman yang sebenarnya.
"Lo udah kelar kan makannya? Kalau udah yuk buruan, filmnya udah mau mulai nih." Ajak Queen pada Alana sambil berdiri dari duduknya.
Alana memanggil pelayan, meminta bill dan membayarnya, kemudian mengajak Queensa untuk membeli popcorn dan minuman sebelum mereka masuk ke dalam bioskop.
Mereka duduk di kursi barisan ketiga, dan di sana sudah mulai ramai para pengunjung yang sudah siap dengan cemilan di tangan mereka.
Beberapa menit kemudian, film pun mulai berputar membuat para menonton langsung senyap dan fokus menikmati filmnya.
Film yang Alana pilih bukanlah film horor seperti yang biasa para pria pilih, saat menonton bersama pacarnya.
Dia tak ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan, dengan memanfaatkan ketakutan Queensa dengan keuntungannya sendiri. Dia lebih memilih film bergenre romance, genre yang biasanya disukai oleh para wanita.
Sepanjang film itu diputar, para penonton pun menikmati setiap adegan yang menyuguhkan paket lengkap. Ada scene yang begitu menguras air saat, mengundang tawa dan memicu perasaan bahagia dari dalam diri para penikmatnya.
Setelah film selesai diputar, Alana dan Queen pun keluar dari dalam bioskop dengan wajah Queen yang sembab.
"Dih, masa iya pembalap tangguh, ratu jalanan beraspal kok mewek." Ejek Alana yang berusaha membuat Queen kembali tertawa atau setidaknya tersenyum manis.
Alana yang baru saja di cubit hidungnya oleh Queen pun langsung menggelitiki pinggang gadis cantik itu, membuat si empunya tertawa dan berusaha lari.
Mereka tak perduli meski beberapa pengunjung tampak memperhatikan mereka yang berlarian seperti anak kecil, atau mungkin lebih karena mereka mengenal Queensa sang ratu lintasan balap.
Mereka berdua pun tertawa dan bercanda dengan raut kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah keduanya, sampai-sampai mereka sama sekali tak menyadari jika ada sepasang mata yang sedari tadi menatap mereka dengan tangan terkepal erat.
Bukan hanya saat ini, lebih tepatnya sejak mereka sampai di mall ini. Pemilik sepasang mata yang tengah berkabut menahan amarah itu, terus mengikuti mereka mulai saat mereka berada di cafe bahkan sampai di dalam bioskop.
Tak ada satupun adegan romantis dan segala bentuk kedekatan keduanya yang luput dari pantauan mata itu, benar-benar pemandangan yang sangat membakar hati dan jiwa.
Queen berhenti berhenti berlari dengan menopang bobot tubuhnya dengan kedua tangan yang dia tumpukan di kedua lututnya, lelah itulah yang dia rasakan.
Tentu saja lelah, mereka terus berkejaran sedari tadi hingga membuat nafas mereka tersengal. Bahkan kini Alana sudah berjalan dengan terseok di belakang Queensa, lalu tiba-tiba saja mendudukkan dirinya di samping Queensa dengan kaki yang dia selonjorkan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...