
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen mengkhayati setiap suara indah yang keluar dari bibir Alana, suara indah yang terasa menenangkan hatinya.
Hingga dia tak menyadari arti sesungguhnya dari lagu yang tengah di nyanyikan oleh Alana.
Lagu How Would You Feel ini, biasa digunakan oleh seseorang yang ingin mengungkapkan isi hatinya pada sang pujaan hati, sekaligus untuk mengetahui isi hati sang pujaan hati.
Tapi entah itu hanya sebuah kebetulan atau Alana memang sengaja memilih lagu itu untuk Queensa, siapa yang tau. Hanya Alana, Tuhan, dan author lah yang tau.
Tepuk tangan riuh terdengar, saat Alana menyelesaikan nyanyiannya.
Dia turun dari atas panggung dan menghampiri Queensa yang tengah mengacungkan dua jempol, untuk dirinya.
"Keren banget!" ujar Queen yang membuat Alana juga tersenyum kecil pada Queensa.
Alana mendesah pelan kemudian menarik tangan Queensa, untuk kembali ke tempat duduknya, "Ayok pesen makan, gue laper nih."
*
"Lo mau pulang dulu, apa mau langsung ke markas buat ngajarin si Varo?" tanya Alana setelah Queen memasang helm di kepalanya.
"Langsung aja deh, nanti kemaleman."
Alana menganggukkan kemudian melajukan kendaraannya, dengan tujuan markas A four. Sepanjang perjalanan, Alana terkesan lebih diam dibandingkan tadi.
Justru sekarang Queen lah yang banyak bicara ngalor ngidul, karena suasana hatinya sudah jauh lebih baik.
Tiba-tiba saja sebuah motor sport melaju dengan kencang dan menyalip kendaraan Alana, hingga membuat Alana sedikit oleng karena terkejut, terlebih jarak motor tadi menyalipnya terlalu dekat.
"Woy, sialan tuh orang! Bisa naik motor nggak sih!?" umpat Queensa, namun percuma saja.
Berbeda dengan Queensa yang langsung mengumpat si pengendara motor itu, Alana justru tenggelam dala pikirannya sendiri yang entah apa.
"Woy, Lan! Ayok kejar, nggak ada akhlak tuh orang!" seru Queen dengan kesal.
"Biarin aja, toh kita nggak kenapa-napa. Mungkin dia lagi buru-buru." Mendengar Jawa Alana, Queen pun hanya mendesah pasrah.
"Baik banget sih lo Lan, kalo gue udah gue sikat muka tuh orang sampe rata!" ketus Queensa dalam hati.
Setelahnya, perjalanan keduanya hanya diwarnai dengan keheningan. Hanya deru sepeda motor milik Alana dan pengendara lain yang terdengar.
Tak ada lagi perbicangan antara keduanya, yang membuat Queensa menguap karena rasa kantuk yang mulai menyerangnya.
*
Di markas A Four.
Alana menghentikan laju kendaraannya, setelah sampai di tempat tujuan. Namun Queen tak jua turun dari motornya, membuat Alana mengernyitkan dahi dan memanggil nama gadis itu.
"Queen," panggilnya sambil menolehkan kepalanya ke belakang.
Dan ternyata, gadis yang sedari tadi berisik itu kini sudah tertidur pulas dengan bersandar di punggungnya.
Alana menghela nafas panjang dengan senyum manis yang terbit di bibirnya. Dia melepaskan helm yang dia pakai, dan hendak turun untuk membangunkan Queensa.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...