
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"T-tapi kan~" Tawa Selena dan Alvin pun kembali pecah melihat Adam yang tak bisa berkutik di hadapan Queensa, padahal Queen hanya mengucapkan beberapa patah kata saja.
Mulut Adam yang biasanya sangat luwes bicara, apalagi jika digunakan untuk merayu wanita itu tiba-tiba saja kehilangan skill dewa dan juga pesona serta wibawanya.
"Kayaknya skill mulut lemes lo udah nemuin lawan yang seimbang nih, sob." Alvin menepuk pundak Adam yang masih tampak kesal, sambil berusaha untuk menahan dirinya agar tidak tertawa lagi. Perutnya sampai terasa sakit karena terlalu lama tertawa.
Sedangkan Alana sendiri, kini sudah berada di warung soto Yuk Yah, salah satu tempat yang sering empat sekawan itu jadikan tempat nongkrong atau lebih tepatnya saat mereka membolos.
"Yuk Yah, bungkusin sotonya dua porsi ya. Yang punya Lana kayak biasa, satu lagi buat si Varo nggak pake bawang goreng."
"Siap laksanakan, den Lana." Yuk Yah menjawab pesanan Lana sambil memperagakan sikap hormat, yang tentu saja membuat Alana terkekeh geli melihat kelakuan wanita paruh baya itu.
Namun memang itulah keistimewaan warung soto yang satu ini. Di sini kasta tidak dibeda-bedakan. Yuk Yah tak pernah menomorsatukan siapapun, semuanya sama rata. Jadi sekalipun itu Varo, dia tetap harus mengantri dulu jika ingin makan di tempat ini.
Dan si pemilik warung, janda STW alias setengah tuwa namun masih sangat energik itu sangatlah humoris. Hal itu membuat para pelanggannya betah.
Dan entah kenapa, Alana juga bisa merasakan kehangatan keluarga yang sangat ingin dia rasakan di rumah namun tak bisa dia dapatkan. Yang justru bisa dia dapatkan di tempat itu. Mungkin karena Yuk Yah sendiri menganggap murid-murid itu seperti anaknya sendiri.
Alana mengeluarkan konsepnya dan mengetikkan sebuah pesan pada Alvin yang memintanya untuk membawakan tas miliknya ke rumah sakit.
Dia saja kan membolos dengan cara memanjat tembok lalu melompat turun. Tidak mungkin kan dia membawa serta motornya saat memanjat tembok, dia bukan samson betawi.
Namun sudah menjadi hal yang tidak lagi mengejutkan jika motor anggota A4 sering kalo menginap di parkiran sekolah.
Bahkan kadang sampai beberapa hari, jika mereka membolos di hari jumat. Karena sudah sejak dua tahun lalu, sistem belajar mengajar dalam lima hari belajar sudah di diberlalukan.
Tak lama kemudian, Yuk Yah pun kembali dengan membawa soto pesanan Alana.
"Nih pesanannya. Hari ini gratis, nggak usah bayar. Tolong bilangin sama Varo maaf Mbak Yah belum bisa jenguk, semoga cepet sembuh."
Alana pun berdiri dari duduknya, kemudian membalas pesan Yuk Yah dengan cara yang sama, seperti apa yang tadi wanita paruh baya itu lakukan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...