
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Alana yang sebelumnya tidak pernah membantah ucapannya, kini justru berani membantah dirinya, bahkan dengan banyak sekali tanda seru dalam pesan balasan itu yang artinya sama saja dengan berteriak padanya.
"Apa jangan-jangan Alana naksir sama si micin itu? What the hell!? Nggak! Nggak! Nggak! Nggak mungkin!" Varo menepis pikirannya yang menurutnya adalah hal paling gila yang pernah dia pikirkan.
Menurutnya, selama Alana itu masih sehat walafiat dan matanya itu sedang tidak katarak, maka tidak mungkin Alana menyukai gadis modelan Antik bin nyentrik seperti Queensa itu.
Terlebih mengingat mantan terindah Alana itu adalah seorang gadis yang sangat cantik, dan berasal dari keluarga yang terpandang. Dan setau dirinya, Alana masih belum bisa move on dari gadis itu.
*
Keesokan harinya adalah hari libur sekolah, dan hari ini Varo and the gank memiliki janji temu dengan seorang produser musik yang ingin mensponsori band mereka.
Varo dan teman-temannya memang memiliki sebuah band yang dia rintis dari nol, tanpa bantuan dari nama dan kekuasaan ayahnya.
Mereka janji bertemu dengan produser itu di sebuah cafe.
"Gimana, udah siap semua?" tanya Varo pada teman-temannya.
Mereka bertiga pun mengangguk pasti.
*
Di sisi lain...
"Dek, lo mau kemana?" tanya Dion pada sang adik, saat Queen baru saja melangkah keluar dari kamarnya dengan rapi.
"Mau nongkrong di cafe."
"Sendiri." Baru saja Dion ingin mengatakan jika dirinya ingin pergi bersama adiknya itu, Queensa sudah lebih dulu menolaknya, "Nggak ada acara ngekor ya, abangku tersayang. Males gue setiap kali pergi sama lo, selalu aja ada ulet keket yang ganggu! Gue itu mau nyari ketenangan, bukan ketegangan ok?"
Dion pun menghela nafas pasrah mendengar ucapan sang adik, karena memang benar itulah yang selalu terjadi setiap kali berdua mereka pergi bersama.
Selalu saja ada gadis-gadis yang terpesona dengan tampang oppa-oppa koreanya itu dan berusaha mendekati Dion. Dan tentu saja hal itu membuat Queensa, merasa sangat terganggu dengan hal itu.
Terlebih Dion sering kali menjadikannya tameng hidup, jika gadis yang berusaha mendekatinya tak mengenal siapa dia dan Queensa.
Itu terjadi karena Dion, tidak suka jika wajahnya muncul di publik dan dikenal sebagai seorang Dion Abraham, anak dari sang pebisnis hebat yang terkenal itu.
Queen pun segera berangkat menuju cafe langganannya, dengan mengendarai motor sport kesayangannya itu.
Karena rasanya sudah lama juga dia tidak berjalan-jalan dengan mengendarai motor sport pertama yang dia beli, dari hasil jerih payahnya sendiri itu.
Sebelum memiliki motor itu, Queensa memang sudah memiliki motor lain pemberian sang ayah.
Dan karena itulah motor itu spesial bagi Queen, karena dia membelinya dengan uang hadiah pertandingan perdananya.
Di sisi lain...
Varo dan teman-temannya yang sudah sampai di lokasi pertemuan mereka dengan sang produser, kini tengah menunggu kedatangan orang yang kemungkinan besar akan membuat nama band mereka melejit jika bisa mencapai sebuah kesepakatan, hari ini.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...