
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen dan Alan baru mengangkat kepala mereka, saat mendengar bu Tia yang menyapa murid-muridnya. Alana kembali menggeser bangkunya untuk dia kembalikan ke posisi semula.
"Eh, Selena kok nggak ada ya? Kemana tuh anak?" pikir Queen yang baru menyadari jika teman barunya itu, tidak ada di bangkunya.
Mungkinkah Selena sakit? Ada urusan mendadak atau memang ada alasan lain yang membuatnya tak masuk ke sekolah hari ini.
Entahlah, Queen tak tau, tapi dia akan mencoba menghubungi Selena nanti saat jam istirahat tentunya.
Queen pun kembali fokus pada white board di depan sana, melihat soal ulangan harian yang tertulis di sana dan menunggu untuk dikerjakan oleh para siswa.
Namun sebuah kertas yang di remas menjadi bulat, tiba-tiba saja menyapa wajahnya dan membuyarkan konsentrasinya.
Dengan malas ia menoleh ke arah manusia lucknut yang seenak udel saja melemparkan kertas itu padanya, yang sudah dia tau siapa orangnya.
Queen hanya mengangkat dagunya tanpa suara sebagai tanda tanya kenapa Varo memanggilnya, dan membuat konsentrasinya pada papan tulis itu buyar seketika.
"Gimana soal yang gue bilang kemarin?" tanyanya tanpa suara.
"Nanti aja." Balas Queen yang juga tanpa suara.
"Ekhm! Ekhm! Sasa, Alvaro, maju ke depan kelas sekarang juga!" seru bu Tia yang menggelegar dengan tatapan marahnya pada dua anak didiknya itu bergantian.
Hal itu tentu saja membuat dia kesal bukan main, padahal dia sudah berdandan ala-ala anak baik dan penurut tapi alhasil tetap saja mendapatkan hukuman seperti dulu.
Dan semua itu tak luput dari si biang sial yang setiap kali berdekatan dengannya, membuat kesialan seolah berbondong-bondong menghampirinya dan dewi fortuna seakan lari terbirit-birit karenanya.
Queen mendengus kesal, saat bu Tia menyuruh mereka berdua untuk berdiri di depan kelas, dengan satu kaki terangkat dan kedua tangan menjewer telinga dengan posisi silang.
"Semua ini gara-gara kamu, nggak bisa apa nanyanya nunggu jam istirahat?" gumam Queen pelan yang hanya di dengar oleh Varo.
"Lo nyalahin gue!?" Varo menjawab dengan nada tinggi yang tentu saja membuat bu Tia semakin geram.
"Alvaro Graham!" Mendengar bentakan dari guru cantik itu, Alvaro auto kicep dan tak lagi berani bersuara, "Di saat ulangan jangan coba-coba untuk menyontek, ataupun memberikan contekan!" ujar bu Tia penuh penekanan, sambil menatap Varo dan Queen bergantian.
"Loh, kita nggak lagi nyontek kok bu. Tadi itu Varo yang ganteng ini mau nanya sama si Micin ini, nanti pulang bareng siapa. Iya kan, Micin?" Varo memberikan kode pada Queen dengan lirikan mata tajamnya.
Mau tak mau, Queen pun mengangguk setuju pada alasan yang Varo berikan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...