
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Emang ada guru killer juga di sini? Tapi kenapa nama gurunya aneh gitu, masa namanya Jaim. Emang tuh guru suka jaga images gitu depan muridnya, padahal aslinya minus?" tanya Selena yang mulai penasaran mendengar nama Jaim itu.
"Khusus yang satu itu. Jaim artinya bukan jaga images tapi jagoan Imron," jawab Queen yang kemudian tertawa setelahnya.
Karena dia sendiri juga masih tidak habis pikir dengan para murid, yang memberikan julukan semacam itu untuk sang guru killer.
Sontak saja, Selena ikut tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Queen pun tersenyum melihat sahabatnya bisa kembali ceria seperti biasanya, dan tidak lagi memasang bibir manyun bak tebing longsornya itu.
Sesampainya mereka di depan pintu ruang kelas, snag guru killer sudah nampak berjalan menuju kelas mereka dari arah berlawanan. Queen dan Selena auto cepat-cepat masuk ke dalam kelas mereka.
Namun karena Queen yang berjalan terburu-buru, dia tak menyadari jika ada kaki jahil yang membentang dan menunggu kedatangannya.
Hingga akhirnya Queensa jatuh terjerembab dengan posisi tengkurap, dan membuatnya menjadi bahan tertawaan seisi kelas kecuali Selena dan Alana yang dengan sigap menolongnya bangkit.
"Sialan!" batin Queensa saat melihat senyum devil di wajah Rebecca, yang membuatnya sadar jika mak lampir itulah yang sudah membuatnya jatuh dengan tidak terhormat.
Ingin sekali Queen smackdown gadis licik bernama Rebecca itu, tapi sayangnya penyamaran itu kembali membuatnya harus menelan kemarahannya dan menguburnya dalam-dalam.
"Diam!" pak Jaim pun menggebrak mejanya, karena anak-anak didiknya sampai tak menyadari kedatangannya hanya karena sibuk menertawakan Queensa yang jatuh dengan sangat memalukan.
"Kalian itu Murid-murid sekolah! Kalian itu siswa yang seharusnya memiliki tata krama, bukan pedagang sayur di pasar! Tidak bisakah kalian tenang dan tidak ribut saat jam pelajaran!?" Dengan nada yang meningkat beberapa oktaf, pak Jaim pun memarahi anak-anak didiknya.
Adam yang mendengar hal itu pun langsung menghela nafas, "Mulai lagi? Auto deh jam pelajaran fisika, berubah fungsi jadi renungan malam." Ucapan Adam pun membuat Alvin terkekeh, karena memang benar adanya.
Setiap kali pak Jaim sudah mulai mengeluarkan kalimat-kalimat azimatnya, Mak tidak akan ada pelajaran hingga jam mengajarnya selesai.
Tapi digantikan dengan siraman Qolbu, alias renungan malam yang selalu sukses membuat semua murid meneteskan air mata.
Bukan air mata penyesalan karena menyadari kesalahan mereka dari kata-kata pak Jaim, melainkan menangis karena mereka lelah mendengarkan kultum sang guru yang seolah tak kunjung usai dan membuat mereka serasa ingin menggali lubang dan mengubur diri mereka hidup-hidup saat itu juga.
"Apa kalian tidak pernah memikirkan perjuangan orang tua kalian yang bekerja keras, demi bisa menyekolahkan kalian!? Apa kalian tidak bisa menghargai perjuangan mereka!? Apa ini balasan yang mereka dapatkan dari kalian semua!? Kalian benar-benar mengecewakan, tidak bisa di atur, memang tepat kalian memberi nama kelas ini! Kelas ini benar-benar SESAT!"
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...