
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa๐คญ๐...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Varo pun langsung duduk tanpa permisi. Namun ada sesuatu yang aneh dari Varo hari ini, senyum. Benar, kenapa si wajah kanebo kering itu kini tersenyum lebar seperti itu?
Queen yang baru menyadari hal itu, auto bergidik ngeri dan membuat Alana memandangnya dengan bingung.
"Lo kenapa?"
"Temen kamu tuh, aneh. Muka kanebo keringnya dia itu kan biasanya kaku, tapi kenapa sekarang kayak gitu, apa dia kesurupan?"
Sontak saja Alana langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya, dan membuatnya menyadari jika hari ini Varo memang sepertinya sedang dalam mode ceria.
"Sialan lo, Micin. Gue nggak lagi kesurupan, tapi gue lagi seneng aja soalnya..." Varo sengaja menggantung ucapannya.
Sedangkan Alana dan Queensa menatap lekat pada Varo dan menunggu lanjutan kalimat yang seolah menabuh genderang rasa penasaran keduanya.
"Nanti malem gue mau ngedate."
Queen auto menyemburkan kuah bakso di mulutnya ke wajah Varo, dan memandang Varo dengan tatapan aneh.
Begitu pula Alana, setahunya selama ini Varo tak pernah dekat dengan gadis manapun. Dan dia baru saja bilang ingin kencan malam ini? Lalu dengan siapa?
"Dasar Micin luar angkasa. Lo mau alih profesi jadi dukun, main sembur muka orang seenak jidat!" Varo langsung meraih tisu di depannya dan mengelap wajahnya hingga bersih.
"Maaf kelepasan, kamu bikin kaget sih."
Karena suasana hatinya sedang baik, dia tak ingin mencari masalah dengan Queensa hari ini.
Hal itu membuat Alana dan Queensa akhirnya mengerti.
Meskipun mereka masih cukup terkejut karena mendengar seorang Varo yang dinilai bisa dengan mudahnya mendapatkan gadis Incarannya, justru telah memendam rasa dan mencintai seseorang dalam diam sejak lama.
"Jadi malem ini kalian harus bantu gue."
Keduanya sama-sama mengerutkan kening, dan menunggu Varo mengatakan bantuan seperti apa yang dia inginkan. "Siapin tempat buat dinner gue nanti malem, gue mau tempatnya di tepi pantai."
Queen dan Alana pun mengangguk mengiyakan. Meskipun Queensa menganggap Varo adalah musuh bebuyutannya, tapi dia tetap akan membantu Varo dan anggap saja itu tugas kacung terakhirnya.
"Ok, tapi kamu masih inget perjanjian kita kan? Aku akan kirim yang kamu mau nanti, dan tugas ini adalah tugas terakhirku sebagai kacungmu. Jadi setelah iniโ"
"Iya iya gue janji, setelah ini gue nggak akan nyuruh-nyuruh lo lagi."
Queen menyunggingkan senyum di bibirnya juga tatapan puas dan kemenangan yang begitu kentara, sedangkan Alana hanya dibuat bingung dengan perjanjian apa yang terjalin di antara keduanya.
"Kalian punya perjanjian apa sih?"
Mendengar pertanyaan Alana, Queen pun segera menyahut, "Rahasia." Queen mengedipkan sebelah matanya pada Alana sebagai kode, namun hal itu justru tampak lain di mata Varo.
*******
Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.๐
Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.๐คฃ
Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat.
Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.๐