Queensa

Queensa
Queensa "105"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dan tentu saja hal itu membuat sang ibu geram, bukannya ikut membantu dan memuluskan rencana ibunya dengan bersikap manis di hadapan sang ayah, anak gadisnya itu justru hanya cuek bebek dan tidak melakukan apapun.


Bahkan setelah dia memberikan kode, dengan mencubit paha anak gadisnya itu, dia justru segera berdiri dan berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


"Dasar anak keras kepala! Mami lakuin semua ini demi kamu, tapi disuruh bantu akting doang nggak mau!" umpatnya dalam hati.


Dia menatap kesal pads anaknya yang sudah melangkah pergi dan keluar dari rumah itu dengan sebuah headphone yang senantiasa nangkring cantik di atas kepalanya, setiap kali anaknya itu pergi keluar.


*


Sementara Queen masih asyik dengan mimpi indahnya, di sekolah kini Selena dan Alana tengah bingung, karena Queen tidak masuk sekolah.


"Woy, Lan!" Alana pun menolehkan kepalanya pada Selena, "Sasa ada ngabarin lo kalo hari ini dia nggak berangkat?" tanyanya dengan setengah berbisik agar tak terdengar oleh guru.


Namun Alana hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dari pertanyaan Selana.


Dan bahkan gadis itu tidak ada meminta izin pada guru dengan alasan sakit atau yang lainnya, juga tidak mengabari mereka kenapa gadis itu tak berangkat sekolah hari ini.


"Pulang sekolah, kita kerumahnya yuk. Gue takut kalau-kalau dia sakit." Ajak Selena pada Alana.


Tentu saja tujuan Selena tidak sepenuhnya untuk mencari tau kondisi sahabatnya, mungkin hanya tujuh puluh persen alasan itu sedangkan tiga puluh persen alasannya adalah dia yang ingin bertemu dengan Dion.


Kegiatan belajar mengajar pun berlalu seperti biasanya, tapi Alana merasa sepi saat melihat bangku Queensa kosong.


Padahal gadis itu belum lama pindah ke sekolah mereka, namun sepertinya keberadaan gadis itu sudah menjadi sesuatu yang penting untuknya, tanpa ia sadari.


Begitu juga Selena yang terlihat tidak tenang, selama pelajaran berlangsung. Tapi alasannya dan Alana sangatlah berbeda, jika Alana tidak tenang karena memikirkan keadaan Queen yang dia kira sedang sakit, sedangkan Selena tidak tenang karena terpikirkan berbagai hal.


Benar, berbagai hal. Namun semua itu merujuk pada satu nama, siapa lagi kalau bukan Dion. Hanya dengan memikirkan kemungkinan bahwa dirinya akan bertemu Dion lagi, membuatnya memikirkan segala hal dengan berlebihan.


Dia berpikir apa dia harus ke salon dulu untuk mempercantik diri, demi memperlihatkan performa terbaiknya di depan Dion. Lalu seperti apa dia harus menyapa pria itu saat bertemu lagi nanti, juga bagaimana caranya dia bisa lebih dekat dengan pria pujaan hatinya itu.


Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing, hingga tanpa terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi.


Semua murid pun mulai membereskan alat tulis mereka dengan senang hati, dan bergegas untuk pulang. Capek pikiran, capek badan, dan capek hati dirasakan oleh semua murid di kelas itu.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...