
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Sialan kalian! Kepo banget sih, duo racun." Dion menoyor kepala temannya itu dengan kesal.
"Apaan sih?" tanya teman Dion yang sedari tadi hanya mendengar tawa kedua temannya, sedangkan dia tak tau apa penyebabnya, "Apa si Dion lagi nonton—"
Belum juga Bams alias Bambang Trihatmodjo itu selesai dengan ucapannya, Dion sudah lebih dulu menggeplak kepala belakang temannya itu.
Yang tentu saja membuat Bams langsung kesal, "Gue lagi nyetir, anjir! Lo main geplak aja, kalo kita kecelakaan gimana? Gue kan nggak jomblo kayak lo, bisa nangis bombay ayang gue kalo gue mati muda."
Bams tampak terus mengomel, membuat kedua temannya yang lain justru tertawa di atas penderitaannya.
Sedangkan Dion sama sekali tak perduli dengan umpatan Bams, dia justru lebih peduli pada apa yang dia lihat di layar ponselnya.
"Siapa suruh pikiran lo kotor. Gue cuma mau ikut aplikasi kencan online doang, bukan nonton ehek!" jelas Dion yang seketika itu juga membuat Bams yang tadinya cemberut, kini justru tertawa geli mendengar ucapan Dion.
Seorang Dion Abraham, cowok ter kece dan ter populer di kampus mereka justru malah mengikuti kencan online semacam itu.
Padahal jika dia ingin, akan ada banyak gadis yang bersedia menjadi pacarnya bahkan jika harus menjadi pacar ke dua, ke tiga atau ke tiga puluh sekalipun.
Dion sengaja mengikuti kencan online seperti itu karena dia memang tidak tertarik pada gadis-gadis yang selama ini mengejarnya.
Tapi setelah dia pikir-pikir ulang, sepertinya aplikasi kencan online juga bukan pilihan yang baik. Pasalnya dia lebih suka dengan wanita yang sulit di dapatkan, mungkin itu seperti tantangan tersendiri untuknya.
Kini Queen sudah berada di dalam kelasnya, namun hari ini dia tak seperti biasanya yang langsung berkutat dengan buku-buku tebalnya setelah mendudukkan pantatnya di kursinya itu.
Queen justru sedang meletakkan kepala di atas meja, dengan earphone yang setia menempel di kedua telinganya dengan lagu favorit Queen yang tengah mengalun.
Hingga ada gerakan yang tiba-tiba membuat Queensa mengangkat kepalanya, dan dia melihat Alana yang sudah duduk disampingnya dengan sebelah earphone milik Queen yang bertengger di telinganya.
Namun karena dia sedang malas, akhirnya Queen membiarkan saja Alana melakukan apa yang dia mau.
Dia kembali meletakkan kepalanya dia atas meja, dan menutup mata menyelami bait demi bait lirik lagu favoritnya itu dinyanyikan.
Alana juga tak ingin mengganggu Queensa yang terlihat jelas jika dia sedang tidak dalam mood yang baik, pagi ini.
Jadi dia hanya memilih untuk duduk di sebelah gadis itu, sambil memandangi dengan lekat gadis berkacamata besar itu.
Dia ingin sekali bertanya, apa yang terjadi pada Queensa. Namun dia urungkan karena jika Queen tak ingin bercerita, maka dia tak akan bertanya apalagi jika itu urusan keluarga dan bersifat rahasia.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...