Queensa

Queensa
Queensa "171"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Setelah motornya berhenti di garasi, Queen turun dan hendak masuk ke dalam rumah, mengabaikan sosok yang paling tak ingin dia temui.


"Tunggu!"


Sebuah seruan membuat Queensa yang sudah memegang knop pintu kembali urung untuk membuka pintu rumahnya, dan menoleh ke arah manusia tidak tau diri yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Lo siapa? Ngapain di lo sini, kayaknya gue nggak pernah liat lo."


Tak ingin berlama-lama, Queen segera masuk dan menutup pintu dengan kasar, membuat orang yang tadinya berniat mengikuti dirinya masuk ke dalam rumah justru terbentur daun pintu dan membuat jidatnya memar.


"Arrrgghh!" pekiknya saat merasakan rasa perih, nyeri dan pusing di kepalanya karena benturan tak terduga itu.


Pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Farrel itu, kini tengah meringis kesakitan sambil mengusap-usap jidatnya.


Sedangkan Queen yang mendengar teriakan Farrel, justru tersenyum penuh kemenangan dan berjalan santai menuju lantai atas, lebih tepat ke kamarnya.


"Ekhem! Darimana aja kamu, jam segini baru pulang."


Suara yang tidak asing pun terdengar menyapa Indera pendengarannya, membuat Queen menolehkan kepalanya dan menatap si pemilik suara dengan tatapan sinis dan senyum meremehkan yang jelas terlihat.


Tanpa rasa takut sedikitpun, Queen langsung membalas pertanyaan ibu tirinya dengan begitu menohok, "Kenapa? Apa sekarang anda sudah merasa kalau anda adalah orang yang berkuasa di rumah ini? Apa sekarang anda merasa sudah berhak mengatur hidupku? Apa anda merasa kalau aku memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan anda?"


Untung saja sang ayah sepertinya sudah tidur sejak tadi, karena jika tidak Queen pasti akan di introgasi olehnya. Darimana saja dia, bersama siapa dan apa yang dia lakukan.


Itu sangat melelahkan dan memuakkan, sangat berbeda rasanya saat sang ibu dulu menanyakan hal yang serupa.


Karena ayahnya menanyakan hal itu hanya karena dia takut, jika apa yang Queen lakukan adalah hal buruk yang bisa saja menodai namanya dan menghancurkan reputasinya.


Sedangkan ibu kandung Queensa menanyakan hal serupa karena almarhumah benar-benar perduli dan menyayangi anak-anaknya.


Queen menghela nafas panjang saat kembali teringat dengan mendiang bundanya, "Huft... gara-gara si mak lampir, gue jadi mellow. Sialan emang!"


Gadis cantik yang masih berdandan ala-ala gadis udik itu pun kembali melanjutkan langkahnya menaiki tangga, hingga dia sampai di depan pintu kamarnya dan sebuah suara kembali menghentikan tangannya yang baru saja akan membuka pintu kamar.


"Dek, gimana? Si Magadir tadi ngomong apa sama lo? Ngajak balikan?" tanya Dion sambil terkekeh.


Melihat tawa jahat sang kakak, membuat Queen langsung paham kemana arah pembicaraan Dion. Dan sekarang dia tau siapa dalang yang sudah membuat Magadir itu, bisa melewati gerbang depan rumahnya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...