Queensa

Queensa
Queensa "119"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Wah wah wah benar-benar tidak ada akhlak manusia satu ini. Begitulah isi pikiran Queen saat ini.


"Kamu lupa kalau aku bukan lagi kacung kamu? Jadi nggak ada lagi acara suruh-suruh!" ujar Queen dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


Varo yang baru ingat akan perjanjian itu pun menepuk jidatnya, dia benar-benar lupa tentang hal itu. Bahkan dia juga lupa menanyakan kebenaran tentang hubungan Alana dan Queensa, karena acara kencan dadakannya itu.


Akhirnya Varo pun meminta maaf pada Queensa, karena melupakan masalah itu. Dan tentu saja hal itu membuat Queen melongo tidak percaya, bagaimana bisa seorang Varo yang terkenal songong itu mengatakan kata maaf.


"Ternyata orang kayak dia bisa minta maaf juga?" pikir Queen, "Ok, aku maafin kamu. Jadi kamu tadi telepon aku cuma buat nyuruh aku nganterin makanan? Kalo gitu teleponnya aku matiin—"


"Eeh... tunggu!" seru Varo yang membuat Queen urung memutuskan sambungan telepon itu, dan kembali menunggu Varo melanjutkan ucapannya. "Gue mau curhat sama lo, gue ganti teleponnya ke video call ya?"


Queen auto tergagap mendengar perkataan Varo itu. Bagaimana tidak, saat ini dirinya adalah Queensa bukan Sasa. Lalu apa jadinya jika Varo melihat dia dengan penampilan aslinya? Bisa kacau dunia persilatan.


"Bentar-bentar!" Queen langsung berhambur menuju meja riasnya.


Bukan untuk make up tentunya, karena pastinya akan sangat lama jika Queen harus melakukan itu. Sehingga Queen pun menyambar masker wajah miliknya dan mengoleskannya sembarangan, untuk menutupi wajah aslinya.


Masker wajah berwarna hitam itu pun, akhirnya menutupi wajah Queen dan hanya menyisakan lubang hidung, mulut dan mata saja yang tidak ia olesi dengan masker wajahnya.


"Kayaknya udah nggak keliatan." Queen kembali menyambangi ranjangnya, mengambil ponselnya dan menerima pengalihan panggilan telepon menjadi video call.


Varo langsung berteriak dan melemparkan ponselnya, saat melihat wajah Queensa dengan masker hitamnya.


Hanya tersisa lubang hidung, mulut dan mata saja yang tidak dia olesi dengan masker. Bahkan kelopak mata pun, tak luput dari terjangan masker wajah Queensa.


Tentu saja Varo terkejood setengah mati melihatnya. Dia mengira jika yang sedang menampakkan wajahnya di layar ponsel Queensa bukanlah manusia, melainkan setan alias jurig.


"Ngapain teriak sih?" tanya Queen dengan suara yang sedikit meninggi, karena tadi dia juga sempat dibuat terkejood setengah mati dengan teriakan Varo.


Rasa-rasanya gendang telinga Queensa langsung bergetar dan berkedut seperti sedang mengalunkan musik dangdut, kedutaan begitu nampol. Sampai-sampai telinga Queen berdengung setelahnya.


Varo pun tersadar setelah mendengar suara Queensa, dia kembali mengambil ponselnya dan dengan perlahan dia membalik ponsel itu.


Dia masih belum yakin jika makhluk berwajah hitam legam tadi adalah Queensa, bukannya makhluk halus.


Varo pun menghela nafas lega setelah yakin jika orang itu adalah Queensa, "Ngapain sih lo pake begituan, Micin? Bikin gue jantungan aja lo, untung gue nggak ko'id gara-gara kaget!" gerutu Varo dengan kesal.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...