Queensa

Queensa
Queensa "173"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Apa gue harus coba buka hati buat Alana ya? Lagian dia kan nggak butuh gue buat jadi famous atau butuh harta gue, karena dia udah punya semuanya."


Disamping itu, Alana juga tidak pernah mempermasalahkan penampilan Queen yang cupu.


Dan hal itu membuat Queen berpikir, kalau mungkin saja Alana memang adalah orang yang tepat, yang sengaja Tuhan kirim sebagai temapt Queen melabuhkan hatinya.


Queen menyadarkan kepalanya, menengadah seolah sedang membawa angan-angannya untuk melayang jauh dan mengingat apa yang membuat dia yakin jika Alana adalah jodohnya.


Pertama, Alana datang di saat yang tepat. Dia datang di saat hati Queensa masih terluka oleh perbuatan lucknut si Magadir, Farrel.


Kedua, takdir seolah menuntun Alana untuk menjadi orang pertama yang tak boleh dia tipu, hingga Alana mengetahui penyamarannya dengan cara yang tak pernah dia duga-duga.


Ketiga, Alana selalu ada di saat Queen semua orang menjauhi dan menghinanya.


Keempat, Alana menjadi orang pertama yang begitu marah saat Queen dipermalukan secara terang-terangan di hadapannya hingga membuat seisi kelas Sesat begitu terkejut.


Kelima, Alana benar-benar memiliki segala kriteria yang Queen inginkan untuk calon pasangannya.


"Oke, gue bakal coba buka hati buat lo. Gue harap lo nggak akan ngecewain apalagi nyakitin gue, Lan. Gue nggak mau luka di hati gue yang udah banyak ini bertambah sakit, karena lo siram pakai air garam," gumam Queen dalam hati.


Queen semakin memantapkan niatnya untuk mencoba membuka hatinya untuk Alana, setelah tadi dia melihat betapa cemasnya Alana saat dia meminta pria tampan itu untuk datang ke rumah sakit, tanpa menjelaskan lebih dulu apa yang terjadi.


*


Tak jauh berbeda dengan Queensa yang tengah tersenyum membayangkan sosok Alana, di sebuah kamar rawat inap juga ada seorang pemuda tampan yang tengah melakukan hal yang sama.


Dia melamun dan sesekali tersenyum, dalam lamunannya yang entah apa itu.


Tapi sepertinya duo somplak sudah mengetahui apa yang ada di dalam alam khayal Alvaro Graham, tidak lain adalah Sasa, si Micin Luar angkasa.


Gadis yang tidak cantik tapi antik, yang entah bagaimana caranya dapat meluluhkan batu es yang tidak pernah tersentuh sepanjang masa itu.


Kini mereka mau tidak mau harus percaya dengan apa yang mereka lihat dan rasakan, setelah mereka tadi sempat bertanya pada dokter Budi, dokter yang menangani Varo.


Beliau mengatakan jika Varo memang mengalami benturan yang keras di bagian kepalanya dan menyebabkan gegar otak ringan, namun hal itu tak mungkin sampai berakibat fatal hingga membuat Varo stress seperti apa yang Adam dan Alvin khawatirkan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...