Queensa

Queensa
Queensa "125"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dia pasti sudah curiga pada Queensa, dia pasti menyadari jika sirkuit adalah tempat yang tidak akan mungkin didatangi oleh seorang kutu buku seperti Queensa.


Bahkan jika Alana dan Selena lah yang sudah mengajak Queen untuk pergi ketempat itu, Queen pasti akan menolaknya.


Seorang kutu buku udik sepertinya, pasti lebih nyaman berada di kamarnya dan berkutat dengan buku-bukunya daripada harus keluyuran ke tempat tidak jelas seperti itu.


Terlebih lagi, mereka akan pergi ke sirkuit di malam hari, benar-benar sesuatu yang sepertinya tidak akan mungkin orang cupu yang polos seperti Queensa lakukan.


"Lo lupa, kalo lo masih harus ngajarin gue belajar? Kenapa lo malah keluyuran, Micin?!"


Queen, Alana dan Selena pun menganga karena kalimat yang keluar dari mulut Varo itu. Sebuah kalimat yang tidak mereka duga-duga.


Padahal mereka sudah menduga kata-kata interogasi macam apa yang akan Varo lontarkan, tapi sepertinya penilaian mereka terhadap kepandaian Varo terlalu tinggi.


Dia bukan hanya tidak menyadari kejanggalan itu seperti kedua temannya yang lain, namun dia bahkan lebih parah dari mereka. Yang dia tanyakan justru adalah hal yang sama sekali tidak terlintas di pikiran Queensa.


"Woy!"


Queen dikejutkan oleh Varo, dan membuat kesadarannya kembali ke alam nyata. Dia berusaha sebisa mungkin menetralkan wajahnya yang tadi sudah sangat tegang, persis seperti seorang terpidana yang menunggu putusan hakim.


"Ehm... soal itu, kita bisa ganti waktunya ke akhir pekan. Soalnya aku udah janjian sama Selena dan Alana dari kemarin, nggak enak kalo harus dibatalkan."


Queen menyenggol lengan Selena, meminta agar bestienya itu membantu dirinya menguatkan alibinya.


Selena meminta pada Varo dengan wajah memelasnya, seolah memang dialah yang sangat ingin datang ke sirkuit itu bersama Queensa, meskipun memang benar begitu adanya.


Varo pun berdiri dan memegang dagunya seolah tengah menimbang-nimbang, apakah akan memberikan Queensa libur mengajar atau tidak.


Tapi setelah dia mengingat perjuangan Queen dan Alana, demi mensukseskan kencan pertamanya dia pun akhirnya mengalah dan membiarkan Queen untuk pergi ke sirkuit.


"Makasih, Al. Lo emang paling pengertian deh." Selena mengacungkan dua jempol pada Varo.


"Tapi gue ikut." Mendengar lanjutan kalimat Varo, membuat Queensa menganga kaget dan tak percaya.


Hanya dengan adanya dua orang cecunguk, yaitu Adam dan Alvin saja dia pastinya sudah akan kerepotan untuk bertukar identitas menjadi Queensa. Lalu apa jadinya jika Varo juga ikut?


Queen melirik ke arah Alana dan memberikan kode agar Lana melarang sahabat-sahabatnya itu untuk ikut.


"Lo pada beneran mau ikut? Bukannya lo pada nggak suka nonton balapan kayak gitu ya? Mendingan kalian main PS aja di markas, nggak usah ikut ke sirkuit yang ada malah ngajak pulang karena bosen."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...