Queensa

Queensa
Queensa "155"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa๐Ÿคญ๐Ÿ˜˜...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Temen lo, si Biang Sial."


Mata Alana terbuka lebar seperti pintu neraka bagi mereka para pendosa. Tentu saja dia terkejut, mendengar nama julukan sahabatnya yang Queensa sebut.


"Maksud lo, Varo? Dia sakit apa? Terus kenapa lo bisa di sini?" Tentu saja Alana bingung kenapa Queen ada di sana, sedangkan Varo saja tak mengenal Queen dengan sebaik itu, kecuali saat Queen sedang menggunakan identitas Sasa.


"Ya tadi gue tiba-tiba di telepon sama orang rumah sakit, katanya Varo kecelakaan. Terus karena nomor gue ada di kontak darurat, makanya dia hubungin gue karena emang nggak ada kontak keluarga di ponselnya Varo."


Benar, memang tadinya si penelepon sempat menjelaskan, jika memang tak ada kontak bertuliskan ibu atau ayah yang tersimpan di ponsel Varo.


Tapi dia baru sadar jika saat ini dirinya adalah Queensa, bukan Sasa.


"Astaga, untung aja lo ingetin gue Lan. Kalo aja lo nggak ingetin gue kan bisa kacau kalau si Varo liat gue di sini."


Akhirnya Queen pun berlalu pergi menuju toilet perempuan untuk menyamar, sebelum dia menemui Varo tentunya.


Dan beruntungnya lagi, Queen selalu membawa alat make up di tasnya itu. Tepatnya sejak dirinya menjadi kacung Varo, yang diharuskan datang kapan saja saat dia di butuhkan. Sehingga membuat Queen harus selalu siaga, dengan segala peralatan menyamarnya.


Butuh waktu beberapa puluh menit bagi Queen untuk menyelesaikan riasannya, dan memastikan kembali apakah riasannya sudah paripurna.


"Ok, Sasa ready." Queen berjalan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat, dari sosok gadis cantik idaman para laki-laki menjadi sosok gadis cupu yang tidak ada sepesialnya sama sekali.


Saat Queen berjalan kembali menuju ke ruang UGD, dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis cantik dan membuat tas gadis itu jatuh hingga semua isinya berserakan.


"Ah, maaf aku tidak sengaja." Queen langsung meminta maaf pada gadis itu dan membantu sang gadis memunguti isi tasnya yang berserakan.


Namun betapa terkejutnya Queen saat melihat wajah gadis itu, bahkan tak ada kata yang mampu dia ucapkan lagi saat itu.


"Tidak apa-apa aku juga sedang tidak fokus tadi, aku duluan ya aku buru-buru."


Gadis itu pun berlalu meninggalkan Queensa yang masih terpaku melihat wajah gadis itu, yang membuat Queen kehilangan kata-kata untuk dia ucapkan.


Queen menggelengkan kepalanya, "Apa tadi gue halusinasi ya? Kenapa muka cewek ituโ€”" Queen yang tak mau ambil pusing pun segera melanjutkan langkahnya.h


Sesampainya di ruang UGD, Queen sudah tak mendapati Alana di sana. Dia pun bertanya pada seorang suster yang lewat, dan dia diberitahu jika Varo sudah dipindahkan ke ruang perawatan.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.๐Ÿ™ˆ...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.๐Ÿคฃ...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.๐Ÿ™Š...