
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Dia bahkan tidak menyadari, kapan Adam dan Alvin yang tadinya masih asik duduk di sofa sambil main game, tiba-tiba saja sudsh berada di sebelahnya.
"Kalian ngapain liatin gue kayak gitu?" celetuk Varo sambil bergurau dengan tangan menyilang didepan dada, seperti seorang gadis yang tengah ditatap dengan cabul oleh orang mesum.
"Eitss... jangan ngadi-ngadi anda, Ferguso! Kita cuma bingung aja, kapan lo kerasukan setan pinter. Omongan lu jadi bijak banget, ngab." Ujar Adam tanpa melepaskan tatapan herannya dari Varo, sedangkan Alana dan Alvin juga hanya mengangguk dengan posisi dan ekspresi yang juga tak berubah.
"Dih ngerusak suasana banget sih lo, njir. Kapan lagi coba, gue bisa sebijak itu. Gue aja nggak tau darimana itu kata-kata mutiara dateng, tiba-tiba aja udah nagkring di otak encer gue." Varo pun terkekeh, dan membuat trio somplak itu kembali dikejutkan dengan sikap Varo yang lain dari biasanya.
Senyuman Varo saja sudah mahal, apalagi tawa? Tapi sekarang dia bisa terkekeh ssperti itu, tentu saja membuat mereka bertiga ragu, apakah yang sedang mereka ajak bicara ini benar-benar Varo, atu justru jurig yang sedang mengendalikan Varo.
"Lo aneh, tau nggak sih Al. Lo beneran nggak apa-apa kan?" tanya Alvin memastikan.
"I'm ok. Emangnya apa yang aneh dari gue, sampe bikin kalian bingung gitu?"
Varo yang tidak merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, tentu saja menyimpan tanda tanya besar dikepalanya. Alasan mengapa teman-temannya bertanya apakah dia benar-benar baik-baik saja.
"Ok gue bakal sebutin keanehan-keanehan lo akhir-akhir ini. Pertama, Lo udah boongin kita semua. Lo itu bukan jatuh karena ulah saingan bisnis bokap lo."
Varo pun membulatkan matanya mendengar penjelasan Adam yang sudah dia tutupi serapat mungkin, tapi ternyata memang tak bisa lepas dari mata elang si ahli IT itu.
Trio somplak pun hanya bisa mendesah pasrah mendengar ucapan Varo, tanpa menanyakan lagi lebih detail alasan apa yang membuat Varo sampai melamun di jalanan dan menyebabkan dirinya kecelakaan.
Karena mereka semua tau, harga diri seorang Varo sangatlah tinggi dan dia tak akan mungkin membiarkan teman-temannya tau kalau dia jatuh karena kelalaiannya sendiri.
"Kedua, tadi lo itu senyum. Bukan senyum, lebih tepatnya ketawa. Itu bukan lo banget, Al. Secara lo itu Mr.Kutub Utara yang jarang banget senyum, apalagi ketawa."
Baru saja Varo akan menjawab perihal itu, Adam sudah mengangkat tangannya, pertanda agar Varo tidak memotong ucapannya lebih dulu.
Varo menghela napas panjang mendengar semua pertanyaan yang diajukan oleh Adam si lambe turah. "Haish... alamat kebongkar semua nih. Dasar lambe turah!" batin Varo.
Dia sudah bersiap mengatakan semua kebenaran, dari apa yang akan ditanyakan oleh Adam. Karena menutupi sesuatu hal dari Adam si Lambe Turah, adalah hal yang sia-sia alias tidak berguna.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...