Queensa

Queensa
Queensa "145"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Tiba-tiba saja Queen dikejutkan dengan sebuah tepukan dibahunya, yang seketika itu juga langsung membuyarkan semua lamunanya dan menarik paksa jiwa dan pikirannya kembali ke alam nyata.


Queen menolehkan kepalanya kearah tepukan itu berasal, dan mendapati Alana yang sudah berdiri di sana dengan senyum sempurna yang begitu menawan hati siapapun yang melihatnya, tak terkecuali Queensa.


"Udah?" tanyanya.


"Udah, tapi masih sekitar satu jam lagi sebelum filmnya mulai. Lo mau makan dulu, atau mau jalan-jalan dulu? Belanja mungkin?"


"Makan di situ aja deh, laper juga nih gue. Cacing-cacing peliharaan gue udah mulai anarkis di dalem perut." Queen menunjuk ke arah sebuah cafe yang berada di sebelah bioskop itu, yang di balas anggukan dan kekehan kecil dari Alana mendengar candaan Queen.


Akhirnya mereka pun berjalan beriringan menuju cafe yang Queen pilih. Mereka duduk dan mulai melihat daftar menu yang ada di sana.


Queen dan Alana sama-sama saling pandang, sesaat setelah mereka membaca isi dari buku menu di tangan mereka.


Karena apa? Itu karena semua menu yang tertera di sana entah kenapa, menggunakan nama yang unik dan terkesan romantis. Bahkan ada juga menu yang tersedia untuk pasangan.


Seperti Spaghetti pengikat hati, Pasta bumbu cinta, bahkan ada juga Capcay rasa sayang. Dan menu couple seperti double spaghetti pengikat janji, double pasta ungkapan cinta, dan juga double capcay rasa sayang.


"Kenapa nama makanannya aneh-aneh gini ya?" tanya Queen yang dijawab oleh Alana dengan kedua bahu yang terangkat dan kepala yang menggeleng.


Akhirnya mereka pun memilih menu yang mereka inginkan tanpa menyebutkan nama menu makanannya, alias hanya mengandalkan jari untuk menunjukkan makanan yang mereka inginkan pada sang pelayan.


Mereka tak kuasa untuk mengatakan nama menu makanan yang aneh-aneh itu, terlebih dengan beberapa hiasan gantung berupa kata-kata yang sama anehnya.


Seperti, "Cinta di tolak dukun bertindak" lalu ada juga "Bulu perindu tak mampu masih ada semar mesem yang menunggu" dan masih ada lagi "Masih ada good rekening, di saat good looking tak mampu bersaing"


Benar-benar cafe teraneh yang pernah Queensa datangi, namun entah kenapa sepertinya keanehan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri di cafe ini bagi para pengunjungnya.


Setelah pelayan yang mencatat pesanan mereka berlalu pergi, hanya keheningan yang menemani berlalunya setiap detik.


Tak ada obrolan atau pembicaraan lain dari mulut keduanya, Queen juga menyibukkan diri dengan ponsel di tangannya.


Sedangkan Alana hanya memalingkan wajahnya kearah lain, dan hanya sesekali melirik ke arah Queensa untuk memperhatikan paras cantik gadis yang kini mulai menempati hatinya dan menggeser sedikit demi sedikit nama yang pernah terpatri indah di dalam sana, setidaknya untuk saat ini.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...