
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Sorak sorai dari para penonton pun mulai terdengar, dan kebanyakan dari mereka menyerukan nama Queen si ratu lintasan balap.
Pembalap di depan Queensa terus berusaha menghalang-halangi Queen yang ingin menyalipnya, namun Queen dengan gilanya menyalip pembalap di depannya saat berada di tikungan tajam.
"Wuih gila! Cewek lo ngeri broh, udah kayak Rossi aja tuh." Celetuk Adam yang benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan skill Queensa di lintasan.
Kini Queen berada di urutan ke-empat, dan dia masih terus berusaha menyalip pembalap di depannya.
Namun saat berada di tikungan, motor kedua pembalap didepannya bersenggolan saat berusaha menyalip dan menimbulkan tabrakan yang cukup keras.
"Aaaaaa!" seru Selena yang langsung panik, karena takut jika Queen ikut mengalami kecelakaan. Dia mencengkram kuat lengan Dion tanpa sadar, dengan mata tertutup karena takut.
Begitu pula dengan Alana yang sedikit panik karena takut jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada Queensa, sampai-sampai dia berdiri dan seolah ingin berlari ke sirkuit saat itu juga.
Berbeda dengan Alana dan Selena yang nampak panik, raut wajah Dion dan Adam tampak sangat kontras.
Pasalnya Dion masih tetap stay cool dengan wajah dinginnya, dan tampak tidak perduli dengan lengannya yang di cengkeram erat oleh Selena.
Bukannya dia tak panik melihat adiknya bisa saja dalam bahaya, namun hal seperti itu sudah sangat biasa bagi seorang pembalap.
Semua itu membuat mereka lega, dan Selena yangs sadar sudah menyakiti lengan Dion dengan membuat kukunya menancap pada lengan pangeran berkuda putihnya itu pun, segera melepaskan tangannya dan menundukkan kepala antara takut dan malu.
Alana masih dalam posisi berdiri saat ini, namun dia juga merasa lega. Berbanding terbalik dengan Adam yang malah menangis, seolah menahan suatu rasa yang tak bisa dia ungkapkan.
Alvin yang melihat hal itu pun mengerutkan dahinya kemudian bertanya pada sohibnya itu, "Woy, lo kenapa nangis ege? Itu si Queen juga gak kenapa-napa, napa lo malah nangis?"
Alana pun sontak menolehkan kepalanya ke arah Adam, dan ikut memperhatikan temannya itu yang ternyata benar-benar menangis. Air mata sudah menetes di ujung matanya, dia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Alana.
"Gimana gue nggak nangis, kalo lo nginjek kaki gue, setan!?" seru Adam sambil masih meringis menahan sakit, terlebih lagi sepatu yang Alana kenakan memang bagian bawahnya sangatlah keras dan pastinya menyakitkan jika menginjak kaki orang lain.
Sontak saja Alana langsung melihat ke arah kakinya, kemudian menyingkirkannua dan kembali duduk. "Maaf, soalnya mata kaki gue kan ketutupan sama kaos kaki." Alana terkekeh geli.
Dan mereka semua pun tertawa melihatnya, sedangkan Adam hanya cemberut sambil memijit-mijit kakinya yang masih terasa ngilu-ngilu sedap.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...