
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Tapi seketika itu dia teringat dengan trio somplak dan langsung menghubungi mereka, karena mereka adalah sahabat bagai kepompong yang mungkin saja memiliki nomor kontak keluarga Varo.
"Bentar dok, saya coba dulu." Dokter Budi pun mengangguk, dan segera pergi meninggalkan Queensa karena masih ada pasien lain yang harus dia tangani.
Orang pertama yang Queen hubungi tentu saja adalah Alana, karena memang hanya nomor Alana yang dia punya.
Setelah dering yang kesekian kalinya, telepon baru tersambung dengan siempunya yang menjawab telepon dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Ya, halo. Siapa nih?" Alana memang tak melihat siapa penelepon itu, bahkan saat ini saja matanya masih tertutup rapat.
"Ini gue, Queen. Lo sekarang cepetan ke rumah sakit XX gue tunggu." Tanpa menunggu jawaban dari Alana, Queen langsung mematikan ponselnya.
Alana yang mendengar nama Queen dan rumah sakit auto panik dibuatnya, dia mengira jika Queen lah yang saat ini sedang berada di rumah sakit.
Dia bahkan tak sempat mencuci mukanya, dan menyambar ponsel juga jaketnya lalu mengendarai kuda besinya dengan kecepatan tinggi.
Dia bahkan masih mengenakan seragam sekolahnya saat ini, karena tadi dirinya memang ketiduran setelah mengantar Queensa pulang sehingga belum sempat mengganti bajunya, apalagi mandi.
Hanya butuh beberapa menit bagi Alana untuk sampai di rumah sakit itu, karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh, ditambah dengan dia yang berkendara dengan kecepatan tinggi.
Bahkan umpatan dan suara klakson dari pengendara lain yang mengutuk caranya berkendara pun, sama sekali tak dia hiraukan.
Setelah memarkirkan motornya, Alana langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit dan mencari-cari sosok Queensa.
Sampai saat netranya menemukan sosok yang dia cari-cari tengah berada di depan ruang UGD.
Alana segera berlari dan menghampiri Queensa, dia langsung memeluk erat tubuh Queensa dan membuat gadis itu tersentak kaget.
Setelah melepaskan pelukannya, Alana memutar-mutar tubuh Queensa sambil bertanya apa ada yang sakit, bagian mana yang terluka, dan berbagai pertanyaan sejenis yang tentu saja membuat Queen bingung.
"Stop stop stop, gue nggak kenapa-napa Lan. Lagian siapa juga yang bilang gue kenapa-napa, coba?"
Alana sontak saja menautkan alisnya bingung mendengar ucapan Queensa. Bukankah tadi Queen meneleponnya dan memintanya untuk segera datang ke rumah sakit, lalu...
Ternyata benar, Queen memang tidak mengatakan apapun lagi selain itu, termasuk mengatakan jika dia sedang sakit. Jadi semua itu hanya sebatas kepanikan berlebihan Alana pada Queensa saja.
Alana menepuk jidatnya, "Kirain gue lo lagi sakit. Terus lo nyuruh gue ke sini buat apa, siapa yang lagi sakit?"
"Temen lo, si Biang Sial."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...