Queensa

Queensa
Queensa "182"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Sesampainya di dapur, tepatnya di depa kulkas miliknya, Dion pun membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin dari dalam sana.


Tadinya Dion ingin membuat secangkir kopi panas, tapi kepanikan mendadak yang dia dapatkan karena adiknya yang tiba-tiba saja ngelindur dan memanggil-manggil almarhumah Bunda membuat Dion lebih memilih untuk mengambil minuman dingin.


Minuman dingin yang kini sudah berhasil membasahi kerongkongannya yang terasa kering, juga membuat hawa panas dari dalam tubuhnya akibat kepanikan perlahan mulai mereda.


Dion kembali melangkahkan kakinya menuju tangga, untuk segera masuk ke kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang sudah terasa amat sangat lelah sejak tadi siang karena banyak sekali kegiatan yang harus dia ikuti dan lakukan.


Queen sendiri kini juga sudah kembali terlelap dalam tidurnya, karena dia masih berharap kalau sang Bunda akan kembali muncul di mimpinya dan memeluknya lagi seperti tadi.


*


Keesokan paginya Queen bangun dengan wajah sendu, malas dan tidak bersemangat sama sekali. Karena semalam dia tidak lagi memimpikan apa yang dia inginkan, sosok Bunda tercintanya tak lagi datang ke mimpinya dan memeluknya dengan erat.


Queen menghela nafasnya pasrah, kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk memulai ritual bersih-bersihnya.


"Bunda, Queen pengen mimpiin Bunda setiap hari. Apa Queen serakah Bunda?" tanya Queen pada dirinya sendiri sambil menengadahkan wajahnya menatap langit-langit kamarnya, dan membayangkan wajah sang Bunda.


Hampir satu jam, Queen berendam di dalam sana. Untung saja tadi Queen bangun lebih pagi karena sudah tidak bisa tidur lagi setelah merasa kesal dirinya tak dapat memimpikan sang Ibunda lagi.


Queen pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, berjalan gontai menuju walk in closet untuk berganti pakaian dengan seragam sekolahnya. Dan tak lupa pula, Queen tetap mengenakan riasannya dan berdandan sebagai Sasa.


Saat Queen tegah fokus dengan dengan segala peralatan penyamaran yang kini berada di meja rias di hadapannya itu, ponsel yang dia letakkan di atas nakas pun bergetar dan berbunyi beberapa kali, menandakan ada telepon masuk dari seseorang di seberang sana yang tidak dia ketahui siapa orangnya.


Queen pun segera beranjak dari duduknya, berjalan menuju nakas dan menyambar ponsel pintar miliknya. Dia pun mengerutkan keningnya saat melihat nama yang tertera di layar benda pipih itu, namun akhirnya dia menekan tombol hijau itu dan menyapa seseorang di seberang sana.


Setelah perbincangan yang terjadi selama beberapa menit antara Queen dan si penelepon itu, Queen tampak kesal dengan bibirnya yang mengerucut lucu mengingat kata-kata orang di seberang sana padanya, yang suah sukses membuat Queen kesal.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...