
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Karena dia tak menemukan Queen di dalam kamarnya, Varo pun turun ke lantai bawah untuk mencari Queen di sana. Mungkin saja Queen pergi ke dapur untuk mencari sesuatu, pikirnya.
Namun sesampainya di lantai bawah, dia tetap tak dapat menemukan keberadaan Queensa. Bahkan batang hidung kedua cecunguk minus akhlak itu pun, juga tak lagi nampak.
"Nih semua orang pada kemana sih? Pergi pada nggak bilang-bilang, heran gue."
Karena kesal, Varo kembali ke kamarnya dan berniat untuk menelepon Queensa, juga duo somplak untuk menanyakan di mana mereka berada.
Namun hingga beberapa kali percobaan, panggilan yang Varo tujukan pada Queensa, tak kunjung terhubung.
Varo menghela nafas panjang, dan menghubungi no telepon Adam. Bukan tidak mungkin, jika Queen pergi bersama dua cecunguk itu, dan itulah kenapa Varo menghubungi Adam.
"Halo. Kenapa Al?" tanya Adam, setelah smabungan telepon mereka terhubung.
"Kalian dimana?" tanyanya.
"Lagi cari makan. Tadinya kita mau ajakin lo, tapi tadi lo lagi..." Adam tak melanjutkan ucapannya, "Btw, lo mau dibawain makanan juga?"
"Nggak, bawa aja Sasa kesini."
Adam yang mengerti arah pembicaraan Varo pun bertanya, "Sasa? Sasa santan apa sasa micin? Apa jangan-jangan lo mau makan santan pakai micin?"
"Gundulmu! Lo pikir gue apaan? Maksud gue, anterin balik si Sasa ke sini."
"Loh heh? Heh loh? Bukannya tuh anak dari tadi sama lo?"
"Gimana bisa bareng, orang kita berangkat pas kalian lagi anu..."
Varo mengernyitkan dahinya heran, mendengar penuturan Adam. Anu yang Adam maksud itu, dia sama sekali tak mengerti.
Namun fokusnya saat ini adalah Sasa, sehingga dia memilih mematikan telepon itu karena sudah jelas jika Sasa alias Queen sedang tak bersama dengan Adam dan Alvin.
"Kemana sih tu bocah?" gerutu Varo sembari mengetikkan pesan singkat dan mengirimkannya pada Queensa.
Meninggalkan Varo dengan segala kebingungannya, di sisi lain Queen sedang mengendarai motornya dengan panik. Terlebih motor yang dia kendarai, terasa berjalan dengan sangat lambat, meski itu sudah dalam kecepatan tertinggi.
"Sialan! Nih motor apa keong balap sih!?" Queen merasa sangat kesal, panik dan bingung.
Kabar buruk yang baru saja sampai di telinganya, membuat Queen benar-benar terpukul dan terkejut, tentunya. Karena kini dia harus segera sampai di rumah sakit, sedangkan motor yang dia kendarai tak bisa melaju dengan kencang dan mengantarnya kesana lebih cepat.
Benar, Queen baru saja mendapatkan kabar kalau ayahnya masuk ke rumah sakit, karena mengalami serangan jantung.
Entah hal mengejutkan macam apa, yang bisa membuat penyakit lama ayahnya itu kambuh. Ayah Queen memang sudah sejak lama mempunyai penyakit jantung, namun sudah lama pula penyakit itu tidak kambuh lagi.
"Apa jangan-jangan ini?!" Sebenarnya Queen tak mau berburuk sangka. Tapi apa mau dikata, kalau yang dia curigai memang adalah orang yang sangat patut untuk dicurigai.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...