
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Ada yang mengira gadis itu tengah mabuk, putus cinta hingga depresi, dan bahkan mengira Queensa menggunakan obat-obatan haram hingga membuatnya berbuat seperti itu.
"Neng, kalau mabuk jangan nyetir! Kalau mau mati, mati sendiri aja jangan ajak-ajak orang!" ketus seorang pengendara yang mengira Queensa mabuk, sehingga dapat membahayakan pengendara lainnya.
Tidak marah, bahkan Queen sama sekali tidak menggubris teriakan sarkas pengendara di sebelahnya. Karena dia masih sibuk mengeluarkan umpatan demi umpatan, agar membuatnya lega.
*
"Thanks ya Selena, lo udah repot-repot nganterin gue sampai depan rumah."
"Santai aja kali, Lan. Gue juga nggak lagi buru-buru kok, nggak ngerepotin juga. Ya udah, gue balik dulu ya." Selena melambaikan tangannya pada Alana.
"Ok, take care dan makasih sekali lagi." Alana juga melambaikan tangannya ke arah mobil Selena yang sudah berjalan menjauh.
Selena yang terlihat lelah, kini menyandarkan punggungnya pada sandaran mobil dengan mata terpejam.
Tapi senyuman di bibirnya tak juga menghilang, dia kembali mengingat apa yang tadi dia dan Alana bicarakan.
Pembicaraan yang membuatnya kembali mengingat sosok Sasa, teman barunya di sekolah yang baru juga. Seorang gadis cupu yang berasal dari kalangan bawah, dan bisa bersekolah di sana karena prestasinya.
Hari berganti...
Queen yang sudah selesai dengan segala persiapannya untuk berangkat sekolah pun, berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni satu persatu anak tangga.
Dion semalam menginap di rumah temannya, katanya ingin menenangkan diri setelah patah hati. Sedangkan ayahnya, dini hari tadi sudah berangkat keluar kota untuk urusan bisnis selama beberapa hari.
Queen melirik sekilas ke arah meja makan itu, kemudian mendesah malas. Tak ada secuil pun niatan untuknya sarapan, di pagi hari ini.
Wajah dua orang itu selalu saja bisa membuat selera makannya hilang seperti di telam bumi.
"Queen, kenapa tidak sarapan dulu? Bunda sudah masak banyak loh," sapa orang yang menganggap dirinya sebagai ibu Queensa itu.
Queen menghentikan langkahnya, kemudian menatap ke arah meja makan, "Udahlah tante, nggak perlu akting di depan gue. Bikin perut gue mules tau nggak liatnya? Asal lo tau aja, gue bukan bokap gue yang buta dan nggak bisa liat tujuan lo masuk ke keluarga gue." ujar Queen dengan penuh penekanan sembari melanjutkan langkahnya.
"Sial! Anak itu terlalu pintar, harus segera disingkirkan!" batinnya dengan menancapkan garpu di tangannya, pada steak sapi tak bersalah itu.
Berbeda dengan sang ibu yang tampak sangat jelas jika dirinya sedang marah, gadis muda yang duduk disampingnya terlihat biasa saja.
Tak ada ekspresi marah atau tidak suka, bahkan dia terkesan tidak perduli dengan sinyal-sinyal perang yang terpancar antara kedua orang itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...