
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Bahkan dulu Queen sering kali mengutarakan keinginannya untuk memangkas rambutan dengan model Poto anak laki-laki saja, namun tentu saja sang bunda adalah orang yang paling menolak tegas keinginan anaknya itu.
"Mana super girl bunda yang kuat? Kenapa sekarang berubah jadi begini?"
Wanita itu mengusap kepala Queen, menjauhkannya dari dekapan dan menatap lekat manik mata anak bungsunya itu dengan tatapan sendu.
"Jangan benci ayahmu nak, bukan keinginannya membuat Semua jadi seperti ini. Jadi ingat pesan Bunda, jangan pernah benci ayahmu apapun yang terjadi, Queen. Jaga ayahmu baik-baik, dan buat Bunda bisa istirahat dengan tenang."
Saat Queen ingin kembali memeluk sosok wanita yang paling dia cintai itu, tiba-tiba saja berubah menjadi segumpal asap yang terbang ke segala arah dan akhirnya menghilang.
Queen membulatkan matanya, dia meraung-raung histeris mencari keberadaan bundanya yang tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya setelah mengatakan sesuatu yang tak Queen mengerti sama sekali apa maksudnya.
"Bunda! Bunda! Bunda jangan pergi! Bunda jangan tinggalin Queen!"
Teriakan Queen itu membuat Dion yang kebetulan baru akan beranjak menuju dapur untuk mengambil minum pun, menghentikan langkahnya dan bergegas memutar tubuhnya memasuki kamar Queensa.
Saat masuk ke dalam sana, Dion dikejutkan dengan Queensa yang masih terbaring di atas ranjangnya dengan mata yang masih setia tertutup.
Namun keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya, dan mulutnya terus memanggil-manggil sang Bunda. Tentu saja hal itu membuat Dion panik setengah mati, dan langsung berlari menghampiri Queen untuk melihat kondisi adiknya itu.
Dion menempelkan punggung tangannya di dahi Queen, namun suhu tubuhnya normal hanya saja keringatnya memang sangat banyak.
"Bunda!" Queen pun membuka matanya lebar-lebar, menatap kearah langit-langit tempatnya terbaring. Dia sadar dia berada di kamarnya, dan apa yang tadi dia alami memang hanyalah sebuah mimpi belaka.
Tapi tak seperti harapan tak sesuai dengan kenyataannya yang ada, yang menginginkan pertemuannya dengan sang Bunda di alam mimpi akan membuat rasa rindunya pada almarhumah sedikit berkurang.
Tapi kenyataannya rasa rindu pada sang bunda justru semakin besar dan membuatnya semakin tersiksa secara batin.
"Kenapa dek? Lo mimpi buruk ya?" tanya Dion pada sang adik, yang kini tengah menangis. Tapi dia tak tau apa yang terjadi, dan itu membuatnya bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Hingga akhirnya dia pun duduk di tepi ranjang, kemudian membawa kepala Queen ke atas pangkuannya dan mengelus lembut puncak kepala sang adik.
Bukan tanpa alasan Dion melakukan hal itu, karena dulu almarhumah bunda mereka selalu melakukan hal yang sama saat Queensa menangis karena jatuh ataupun di kerjai oleh teman-temannya.
Dan setiap kali Bunda mereka melakukan hal itu, Queen pasti akan langsung berhenti menangis dan kadang juga terlelap di pangkuan sang ibunda.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...