
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Alana tertawa pelan, kemudian keduanya pun kembali fokus menonton drama romantis di depan mereka, sambil menikmati cemilan dan minuman yang sudah menemaninya mereka sejak tadi.
Bahkan Queensa sudah menghabiskan beberapa cemilan mulai dari yang ringan sampai yang berat, sejak tadi.
Tak berapa lama, ponsel Queen bergetar menandakan adanya telepon masuk dari seseorang.
Dengan segera, Queen mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menekan tombol hijau di layarnya setelah membaca nama si penelepon yang tertera di sana.
"Halo, kenapa bang?"
"Lo dimana?"
"Gue lagi makan nih, kenapa?
"Jemput gue dong, mobil gue kan belum kelar di service."
"Yaelah manja banget, dimana emang lo sekarang?"
Alana hanya menyimak pembicaraan Queen dengan seseorang yang dia yakini adalah kakak Queensa, dari cara Queen memanggilnya.
Setelah menutup sambungan teleponnya, Queensa pun berdiri dan hendak pergi meninggalkan Alana. Namun Alana justru ikut berdiri dan menyusulnya.
"Eh lo mau kemana?"
"Gue mau anterin lo. Udah malem ini, gue takut lo kenapa-napa," ujar Alana yang auto membuat Queen terkekeh geli, "Kenapa ketawa?"
"Ya jelas lah gue ketawa. Gue itu jago bela diri, jadi lo nggak perlu khawatirin gue. Lagian juga gue mau jemput bang Dion, nanti gue pulang sama dia nggak sendiri."
"Ya udah, gue anterin sampe tempat lo jemput abang lo."
Mereka pun segera meninggalkan tempat itu, dan meninggalkan Varo yang sedang berjuang menyatakan cintanya pada sang pujaan hati.
*
Varo mengerutkan dahinya, saat dia tak mendapati sosok Alana dan Queensa di tempat tadi mereka berada. Dan hal itu membuat Mila heran, apa yang Varo cari.
"Kamu nyari siapa sih?" tanya Mila sambil ikut celingukan ke arah pandang Varo.
"Eh, bukan siapa-siapa kok."
Mereka pun melanjutkan acara makan mereka dalam keheningan, suasana yang mendadak menjadi canggung membuat Varo berinisiatif menyuruh pianis yang di sewa Alana untuk memulai penampilannya.
Alunan merdu mulai membuat suasana canggung itu kembali mencair. Varo menepukkan tangannya, dan seorang pramusaji datang dengan sebuket bunga mawar merah yang indah.
Varo mengambil bunga itu kemudian berlutut di depan Mila, membuat Mila sempat terkejut melihatnya.
Bagaimana tidak? Seorang Varo yang terkenal sangat dingin, sombong, dan sangat menjunjung tinggi harga diri itu, kini justru berlutut di hadapannya.
"Gue tau gue bukan cowok yang baik, tapi gue janji buat jadi yang terbaik buat lo Mil. Lo mau nggak jadi cewek gue?"
Mila tersenyum manis, mendengar Varo yang mengungkapkan perasaannya dengan cara yang menurutnya begitu romantis.
Mila pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, membuat Varo berdiri dan langsung memeluk Mila dengan erat, mencurahkan segala perasaan yang selama ini dia pendam sendiri lalu berkata, "Jadi di hari ini, bulan ini di tahun depan bakalan jadi hari peringatan anniversary kita."
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...