
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen mencoba mengingat siapa orang yang Varo anggap sebagai selingkuhannya.
Karena tidak mungkin orang yang Varo maksud adalah Farrel, sedangkan saat di cafe tadi dia juga sudah melihat sendiri bagaimana hubungan Queen dan Farrel.
Dia dan Varo hanya pernah bertemu tiga kali, saat dia dalam identitas Queensa. Pertama adalah kecelakaan kecil itu, tapi di saat itu Queen hanya seorang diri.
Kedua mereka bertemu di mall itu, dan saat itu Queen hanya bersama dengan Dion. Ketiga yaitu hari ini, jadi siapa yang Varo maksud masih misteri.
"Wait! Waktu itu dia main ngira kalau bang Dion itu pacar gue, apa jangan-jangan dia salah paham gara-gara itu? Astaga! Hidup lo drama banget sih, biang sial! Kebanyakan salah paham lo sama orang lain, negatif thingking mulu sih." Queen jadi kesal sendiri, dan terus mengumpat Varo dalam hatinya.
Queen tenggelam dalam lamunannya sendiri, bahkan dia mengabaikan Varo yang sudah memanggilnya beberapa kali.
Namun Queen sepertinya benar-benar tidak mendengar panggilan itu, hingga akhirnya Varo mencubit hidung Queen agar gadis itu kembali sadar.
Queen yang terkejut segera menepuk-nepuk tangan Varo yang tengah mencubit hidungnya, membuat Varo akhirnya melepaskan tangannya dari Queensa.
Dengan segera Queensa menghirup nafas kebebasan itu dalam-dalam, sambil mengusap-usap hidung yang pastinya sudah terlihat memerah kalau saja dia tak menggunakan make up tebalnya itu.
"Dasar biang sial! Lo kalo mau bunuh orang pake cara yang epic dikit napa, ya kali gue nanti masuk berita mati gara-gara di cubit hidungnya sama lo!" batin Queensa kesal, "Kamu itu apa-apaan sih? Kenapa pake cubit-cubit hidung aku, sakit tau nggak?" geram Queen dengan bibir mengerucut.
Rasanya ingin sekali Queen meraup mulut yang selalu saja melontarkan ucapan pedas bin nylekit itu, dan membuangnya jauh-jauh.
Bagi Queen, benar-benar tak ada satupun hal baik yang keluar dari mulut seorang Alvaro Graham.
"Baiklah, tuan muda Alvaro yang begitu terhormat. Karena sepertinya anda sudah tidak membutuhkan hamba, maka lebih baik hamba yang rendah ini segera pergi saja," ujar Queen dengan kalimat yang terdengar sangat mengesalkan di telinga Varo, "Sebelum gue mati berdiri denger omongan lo yang nylekit itu!" sambungnya yang tentu saja hanya dalam hati.
Queen pun segera melangkah pergi secepat mungkin, karena dia sudah benar-benar tidak tahan dengan pria menyebalkan itu. Namun baru saja Queen melewati tubuh Varo, tangan kekar itu justru tiba-tiba saja menahan tangannya.
"Aaah!"
Queen terkejut saat tarikan itu membuat tubuhnya limbung, dan dia yakin jika pantatnya akan kembali mencium lantai dengan mesraaah karenanya hingga dia memejamkan mata dan menunggu rasa sakit di pantatnya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...