
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
...Kok iso yo...
...Kok tegel yo...
...Opo salahku...
...Nengndi luputku...
...Wong seng ra sepiro...
...Koyo aku iki...
...Masalah asmoro...
...Mung kebagian loro...
Varo tertawa getir mendengar lagu yang pengamen itu nyanyikan. Sebuah lagu berbahasa jawa, yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Lagu itu benar-benar menggambarkan bagaimana perasaan Varo saat ini, yang merasa jika dirinya selalu saja tersakiti dalam hal percintaan.
Dia memberikan selembar uang lima puluh ribu pada pengamen itu, yang tentu saja membuat si pengamen sangat berterimakasih padanya.
Sedangkan Queensa, kini tengah berada di sirkuit balap.
Tadi dia memang mengejar Varo, tapi karena dia kehilangan jejak pria itu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sirkuit balap demi menghilangkan rasa kalutnya.
Bagi anak motor mereka pasti tau, jika mengendarai motor dengan kecepatan tinggi adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa sedih.
Meskipun bagi sebagian orang, itu bukan jalan terbaik untuk menghilangkan rasa sedih, melainkan cara tercepat untuk mendekatkan diri pada Tuhan, jika saja ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Ya ampun, ini bias gue kemana sih? Kenapa telepon gue nggak di angkat-angkat?" Lea yang sejak tadi mencoba menghubungi Dion pun, sudah tampak sangat kesal.
Namun Dion tak kunjung menjawab teleponnya, dan hanya membiarkan mbak-mbak operator menjawab setiap panggilan dari Lea, atau singkatnya ponsel Dion is dead alias mati.
"Aduh... kalau gini terus bisa bahaya nih!"
Lea semakin kalut, karena Queen saat ini tengah memacu motornya dengan kecepatan penuh, tapi tanpa menggunakan satupun atribut pelindung di tubuhnya, termasuk helm.
Namun di tengah kekalutan Lea, tiba-tiba saja suara seseorang yang berbicara menggunakan pengeras suara, membuat Lea terkejut.
"Kalau kamu emang pengen cepet ketemu sama sang Pencipta, terusin aja kegilaanmu itu. Tapi kalau enggak, cepet berhenti!"
Lea menyipitkan matanya, menatap seorang pria yang mengenakan topi dan hoodie hitam, yang saat ini tengah berdiri di atas tribun dengan pengeras suara di tangannya.
Queen yang juga mendengar hal itu pun, menghentikan laju kendaraannya. Bukan karena takut, tapi dia berhenti karena dia merasa mengenali siapa pemilik suara itu.
Lea yang melihat Queen sudah menghentikan laju kendarannya pun, akhirnya bisa bernafas lega. Dan dia hanya memandang pri itu sambil menunggu Queen yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.
"Orang itu?"
Lea mengangkat kedua bahunya, sebagau jawaban atas pertanyaan Queen yang bahkan belum selesai itu.
Queen kembali melangkahkan kakinya, menuju tribun, tempat dimana pria itu berada.
Pria itu tampak mendudukkan dirinya, seolah sengaja menunggu Queen datang dan menghampirinya.
Entah apa tujuannya, tapi yang jelas terdapat segaris senyuman yang begitu samar di wajah pria itu, kala melihat Queen yang sedang berjalan ke arahnya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...