
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Tapi tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi, menandakan adanya pesan masuk. Varo pun segera menghampiri ponsel tak bersalah yang baru saja dilemparnya tadi dan membuka pesan itu.
From: Micin Luar Angkasa
"Ini data-data soal hubungan Queensa dan Alana yang kamu mau. So, mulai detik ini juga aku bukan lagi kacung kamu."
Varo pun segera membuka file kecil itu dan membacanya dengan seksama. Di sana tertulis dengan begitu lengkap, semua yang ingin dan bahkan tidak ingin Varo tau.
Alana dan Queensa tidak pernah pacaran, mereka hanya teman baik. Kejadian di restoran waktu itu, terjadi karena Alana ingin melindungi Queensa dari si Magadir alias mantan nggak tau dirinya si Queensa yang bernama Farrel.
Queensa adalah anak bungsu dari dua bersaudara dan orang yang kamu lihat di mall waktu itu dan kamu kira sebagai pacar Queensa, itu adalah kakaknya yang bernama Dion Abraham, kakak terbaik dan paling tampan di dunia.
Queen tidak seperti yang kamu kira, dia adalah seorang gadis cantik yang sangat baik hati dan tidak sombong.
Queen menyukai warna biru langit, menyukai salju, suka membaca, multitalenta. Pokoknya dia itu tipe calon menantu buronan mertua.
Queen menyukai makanan pedas, tapi tidak dengan kata-kata pedas yang keluar dari mulut julid, terlebih lagi dari mulutmu.
6 Queen memiliki tinggi badan 170 cm, berat badan 50 kg, Queen suka makanan dan minuman yang manis karena pahitnya kehidupan akan ternetralisir dengan manisnya makanan dan minuman itu.
Apa itu sudah cukup?
"Gue kan minta info soal hubungan Alana sama si Queen Queen itu, kenapa malah dikasih data diri begini? Bener-bener oleng nih kayaknya otak si Micin, mabok kecubung kayaknya tuh bocah."
Varo menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tingkah Queensa, namun tanpa sadar dia justru tersenyum setelah membaca laporan pengintaian, yang lebih tepat jika disebut sebagai data diri ternarsis di dunia itu.
Namun beberapa saat kemudian senyum di wajah Varo tiba-tiba hilang dan berganti dengan wajah bingung, "Tunggu! Jadi maksudnya selama ini gue salah paham gitu?!"
Varo pun berencana untuk menelepon Alana lagi untuk mengetahui kebenaran dari berita yang Queen berikan padanya, karena masih belum percaya jika yang selama ini terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman semata.
Karena Alana sendiri tak menyangkal saat teman-temannya mengira jika Queen adalah pacarnya, meskipun dia juga tidak mengiyakan secara langsung hal itu.
Namun hanya dengan melihat interaksi antara Alana dan Queen saat di restoran hari itu, sudah bisa di lihat jika keduanya memang memilikinya hubungan yang lebih dari sekedar teman dekat.
Namun saat Varo baru saja menggulir layar ponselnya untuk mencari kontak Alana, dia mengurungkan niatnya dan meletakkan ponselnya di atas nakas.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...