Queensa

Queensa
Queensa "254"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Karena masalah ini, reputasinya juga sudah rusak. Beberapa rekan sosialitanya juga mulai menjauh darinya.


Di sisi lain...


"Al, lo nggak bisa diem apa!?" seru Adam dengan amarah yang sudah bercokol dihatinya, membakar setiap inci kesabarannya dari ujung kaki hingga ke ujung ubun-ubun.


Bagaimana tidak kesal, jika sudah sejak dua jam yang lalu, pria paling tampan seantero kelas sesat itu terus saja mondar-mandir, wara-wiri alias ngalor-ngidul tidak jelas.


Salah, bukan dua jam. Tepatnya sudah selama satu bulan terakhir, Varo terus melakukan kebiasaan yang sama, yaitu panik berlebihan.


Tanpa dijelaskan pun, kalian pasti tau alasannya, bukan?


Tentu saja, tidak lain dan tidak bukan, penyebab kalut dan gegana alias gelisah galau merananya seorang Alvaro Graham, adalah Sasa, si micin luar angkasa.


Varo benar-benar sudah seperti orang gila, sejak sebulan lalu. Tepatnya sejak Sasa, alias Queen tidak masuk sekolah dengan alasan yang dia tidak ketahui.


Terlebih dia tak bisa menemukan keberadaan Sasa, karena informasi yang dia ketahui tentang sosok Sasa terbilang minim.


Maksudnya benar-benar sangat minim, karena selain nama panggilannya, dia tak tau apapun lagi.


Oh iya, satu lagi.


Tapi jelas, hal itu tak bisa dijadikan petunjuk bagi Varo, untuk menemukan keberadaan Sasa. Terlebih, pihak sekolah juga tak mau memberikan informasi apapun tentang Sasa, bahkan hanya untuk sekedar alamat rumah pun, tidak diberikan.


Dia juga sudah mencoba menghubungi ponsel Sasa, tapi ponselnya tak pernah aktif. Maksudnya, entah ponselnya yang tidak aktif, dia yang ganti nomor, atau justru nomornya yang sudah di blokir, dia tidak tau.


Yang jelas, sosok gadi culun bermata empat itu, hilang begitu saja tanpa kata dan jejak. Benar-benar gambaran yang tepat untuk pepatah lama, menghilang bagai ditelan bumi.


"Gimana gue bisa tenang, kalau si Sasa nggak ada kabar sama sekali?! Ini nggak cuma sehari dua hari, tapi udah sebulan penuh, Dam. Sebulan!" Varo memarahi Adam, dengan tak kalah kesalnya.


Dia merasa jika Adam kesal padanya, karena dia tak tau rasanya berada di posisinya saat ini. Coba saja jika dia mengalami hal yang sama dengannya, maka bisa dipastikan kalau dia akan lebih parah darinya.


Sedangkan Alana yang sejak tadi duduk diam dan berpura-pura fokus dengan ponselnya, tampak melirik sekilas dan mencuri pandang ke arah Varo yang tengah berdebat dengan Adam.


"Sorry, Al. Bukannya gue nggak mau ngasih tau lo dimana Queen sekarang. Tapi Queen yang nggak bolehin gue ngasih tau lo semuanya," batin Alana dengan tatapan iba, pada sosok Alvaro yang benar-benar tidak lagi seperti dulu.


Meski begitu, dia tetap selalu mengabarkan bagaimana kondisi Varo, pada Queensa, setiap saat. Meski gadis itu, tak menanyakan keadaan Varo, dia tetap akan memberitahunya.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...