
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Cukup bercandanya. Segeralah bawa ayah kalian pergi ke tempat yang aman, jangan lupa siapa lawan kalian."
Queen, Dion dan ayah mereka, kini tengah berada di dalam pesawat pribadi milik keluarga Abraham. Tepat sekali, mereka sedang dalam perjalan menuju tempat persembunyian mereka.
Meskipun sempat terjadi perdebatan diantara Queen, Dion dan juga Kirana, tapi akhirnya Queen dan Dion pun memenangkan adu mukut itu dan berhasil membawa pergi sang ayah.
Mungkin Kirana berpikir jika kemanapun Queen dan Alana membawa ayah mereka untuk berobat, tetap saja pria tua itu akan mati. Karena dia sangat yakin jika racun yang dia dapat dari orang itu, sangatlah efektif.
Terbukti selama ini, tak ada satupun dokter yang dapat mendeteksi racun itu.
Sehingga dia berpikir, jika dimanapun Mario berada, itu sama saja. Karena dia tetap akan berakhir dengan gelar dan tujuan akhir yang sama, yaitu gelar almarhum di tempat pemakaman.
Satu bulan kemudian,
Dion dan Queen tengah berada di ruang meeting Cyber Angel, alias perusahaan kecil milik Queensa sendiri yang bergerak di bidang keamanan cyber dan juga peretasan.
Queen memang sangat jarang mengurus perusahaan kecilnya itu secara langsung, tapi dia memiliki tangan kanan yang bisa dia andalkan untuk melakukannya. Dan yang perlu Queen lakukan hanyalah menggelontorkan modal, lalu menerima hasilnya.
Perusahaan ini dia dirikan dengan uang yang dia dapatkan dari hasil balapan, juga uang pemberian sang ayah untuk keperluannya sehari-hari yang nilainya terbilang cukup besar untuk ukuran uang saku seorang anak sekolahan.
Awalnya dia hanya memiliki 2 orang pekerja saja, tapi kini sudah berkembang cukup pesat hingga memiliki puluhan pekerja dengan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi.
Bahkan nama Cyber Angel, kini sudah sangat terkenal di dunia Cyber. Level mereka sudah mencapai GOD, alias tingkat bahaya level dewa.
Ya. Sejak satu bulan yang lalu, Kirana sudah mulai menjalankan rencananya untuk mengambil alih Abraham Group, perusahaan miliki ayah Queensa.
Mungkin dia berpikir, tidak adanya Queen dan Dion akan membuat semua rencananya berjalan dengan mulus.
Dan memang benar, jika kemunculannya di Abraham Group sangat mudah untuk diterima oleh para karyawan.
Selain memang Kirana yang sangat piawai dalam mencari muka dan koneksi, juga karena adanya campur tangan dari balik layar, oleh orang itu.
Senyum Queensa melebar saat bagian Kirana untuk melakukan presentasi tiba.
"Sial! Ini adegan yang paling gue tunggu-tunggu." Ujar Queen dengan bersemangat
Kirana tampak tengah merapikan blazernya, kemudian berdiri untuk melakukan presentasi.
"Alex, kamu buka PPT kita!" titah Kirana pada Alex, sekertaris Mario yang tengah berpura-pura berad adi pihak Kirana, padahal sebenarnya dia tetap memihak pada keluarga Abraham.
Alex tampak menganggukkan kepalanya. Dia menghubungkan laptopnya dengan proyektor, agar bisa di lihat oleh semua orang.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...