Queensa

Queensa
Queensa "76"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen pun akhirnya duduk di sebelah Varo, untuk memulai sesi belajar mereka yang pertama. Benar, yang pertama, karena saat tugas kemarin benar-benar hanya Queensa sendiri yang mengerjakannya.


Varo sama sekali tak ikut andil dalam mengerjakannya, alias hanya numpang nama saja dan mendapatkan nilai, benar-benar enak sekali menjadi Alvaro Graham.


Alana, Adam dan Alvin pun memilih untuk meninggalkan keduanya, agar tak mengganggu sesi belajar mereka.


"Woy, main PS yuk." Ajak Adam yang di jawab dengan anggukan oleh Alvin dan Alana. Mereka pun segera menuju ke kamar Adam, tempat di mana Play Station yang biasa mereka mainkan bersama berada.


Sedangkan Varo hanya bisa menghela nafas panjang, karena dia hanya bisa melihat teman-temannya on the way bersenang-senang, sedangkan dirinya justru on the way mumet ndase alias pusing kepala.


Tapi ancaman bu Tia, membuat Varo mau tak mau harus belajar dengan serius. Begitu pula dengan Queensa yang tak mau di hukum bersama Varo lagi oleh bu Tia.


Terlebih jika dia gagal membuat nilai Varo naik, maka dia akan terus mendapatkan hukuman itu sampai kenaikan kelas.


Mereka pun memulai sesi pembelajaran, "Coba kamu kerjakan dulu soal ini," ujar Queen setelah dia menuliskan beberapa soal latihan yang dia buat sendiri, untuk Varo.


"Lo gila apa? Lo aja belum mulai ngajarin gue, ya kali lo udah suruh gue ngerjain soal?" protes Varo pada Queensa, yang membuat gadis itu berdecak kesal dan menatap jengah padanya.


"Gue juga paham, Micin! Gue itu nggak sebodoh yang lo kira!" seru Varo dengan lagaknya yang selangit ketujuh itu.


Terang saja Queen auto di buat gemas dengan ucapan dan tingkah laku seorang Alvaro Graham, yang mampu membuat emosinya seperti roller coaster, naik lalu turun, kemudian naik setinggi puncak gunung kembar.


Hingga akhirnya jatuh lagi ke dasar jurang kesengsaraan. Benar-benar menguras emosi, jika sudah berhubungan dengan mahkluk minus akhlak satu ini.


"Kalau lo paham... kenapa juga tadi lo nanya pas gue suruh lo kerjain itu soal, biang sial!?" umpat Queensa yang tentu saja hanya dalam hati, "Baiklah, karena waktu bapak Varo yang budiman seantero plus enam dua ini pasti sangat berharga. Jadi lebih baik anda segera mulai mengerjakan sekarang." Queen memasang senyum lebar yang terlihat jelas jika itu sangat ia paksakan.


"Jangan senyum kalo nggak pengen senyum, jatuhnya horor senyum lo," ujar Varo dengan datar, namun justru terdengar begitu menyebalkan dan nampolable banget di telinga Queensa.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...