
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Melihat Queen yang malah diam saja dan melamun, Dominic pun menepuk pundak Queen dan membuat kesadaran gadis itu kembali.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Dominic.
Queen menggelengkan kepalanya, "Tidak ada. Hanya saja bercandaan Uncle terlalu mengejutkan."
"Tapi aku sedang tidak bercanda, Queen." Namun tentu saja itu hanyalah ucapan yang domonic utarakan dalam hati.
Dia memang sudah menaruh rasa pada Queen kecil, sejak pertama kali mereka bertemu.
Gadis kecil yang ceria, dan penuh canda tawa itu, mampu membuat kehidupan Dominic yang tadinya hanya ada hitam dan kelabu, berubah menjadi penuh warna.
Dia tidak menyangka jika perasaan itu tidak hilang, dan justru semakin besar hingga membuatnya tidak bisa dekat dengan wanita lain selain Queensa.
Bahkan hal itu membuat Dominic sampai dikabarkan memiliki penyimpangan seksual, alias guy karena saking tidak adanya berita tentang kedekatannya dengan seorang wanita.
Dominic memang sangat terkenal di negara asalnya, yaitu Italia. Tempat dimaba dia dilahirkan, tapi bukan tempat dimana dia di besarkan.
Maksudnya, Dominic lahir di Italia. Tapi dia sudah dibawa ke Indonesia saat usianya belum genap satu tahun. Dan dia menetap di Indonesia sampai dia berusia tujuh belas tahun.
Saat dia mengenal Queen, dirinya masiu berusia dua belas tahun, dan gadis kecil itu masihlah seorang gadis ingusan berusia lima tahun yang sangat ceria.
Tapi sayangnya, saat Queen berusia sepuluh tahun, Dominic harus kembali ke negara asalnya karena suatu alasan.
Mungkin saat itu Queen menganggap hal itu sebagai sebuah lelucon yang tidak penting, tapi berbeda bagi Dominic yang menganggap hal itu adalah sebuah ikatan janji yang harus mereka tepati, nanti.
Queensa kembali merasa kalut, karena terus teringat pada Varo dan juga perkataan Varo yang terus terngiang di kepalanya.
Dia mendudukkan dirinya di kursi sambil mengusap kasar wajahnya, membuat Dominic mengerutkan kening dan ikut duduk di sebelah Queensa.
"What's wrong girl?"
Queen mengehela nafasa panjang, "Aku tidak tau Uncle. Menurutmu jika ada seseorang yang selalu membullymu, lalu tiba-tiba saja dia menyatakan cinta padamu, apa yang akan kau lakukan?" Namun belum juga sempat Dominic menjawab, Queen sudah menyela lebih dulu, "Wait. Aku... aku tidak menyukainya, tapi... tapi kenapa saat dia marah itu membuat moodku memburuk."
Dominic yang kini mengerti arah pembicaraan Queen pun, hanya bisa menghela nafas pasrah. Kini dia bisa menebak, jika dirinya memang sudah terlambat.
Dia sangat mengerti bagaimana sifat seorang Queensa. Dia adalah tipe yang sering kali tidak peka pada perasaannya sendiri.
Dominic memegang kedua bahu Queensa dan membuat mereka saling berhadapan, "Look at me, Baby Queen."
Queen dengan terpaksa menatap mata Dominic, namun entah kenapa tiba-tiba saja terasa ada cairan hangat yang mengalir dari sudut matanya.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...