
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Selena mendekat pada Queen dan menyenggol lengan sahabatnya itu, "Mereka siapa sih?" bisiknya.
"Duo racun. Mantan bestie gue, bestie durjana tepatnya, mereka juga yang bikin gue nggak betah dan milih buat pindah sekolah." Selena pun mengangguk paham, mendengar penjelasan Queensa.
Mereka pun terkekeh melihat duo racun itu berlari melalui lintasan yang meskipun tidak terlalu panjang, tapi untuk ditempuh dengan kaki tentu saja cukup untuk membuat kaki mereka pegal pangkat tiga.
"Pantesan gue ngerasa aura mereka suram." Selena terkekeh geli, karena ternyata dugaannya tentang dua gadis itu benar. Mereka benar-benar bukan orang baik, melainkan musuh dalam selimut atau duri dalam daging.
"Dek, lo beneran bakal maafin mereka kalau mereka selesaiin syarat dari lo?" tanya Dion yang membuat semua orang memandang ke arah Queensa dan menunggu jawaban.
"Enak aja. Ya enggak lah, emang tadi gue ada bilang mau maafin mereka? Kan gue bilang gue bakal pertimbangin, bukan maafin mereka." Queen tertawa setelah mengatakan hal itu, begitu juga dengan Selena.
Sedangkan Dion hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat kejahilan adiknya itu. Dan untuk tiga pria lainnya, hanya bisa menelan saliva mereka dengan susah payah.
"The power of emak-emak. Kalo udah marah, semua emak-emak ataupun calon emak-emak sama aja ngeri," batin Adam.
"Kayaknya gue nggak boleh macem-macem nih kalo udah jadi sama Queen, bisa di gantung gue nanti." Kini Alana yang tengah berperang dengan batinnya.
"Untung cewek gue semuanya nurut, nggak ada yang galak." Alvin juga sama-sama tidak habis pikir dengan calon emak-emak masa depan di hadapannya itu, yang kini memiliki julukan baru khusus darinya yaitu ratu tega.
Baru satu putaran saja, Nindy dan Vera nampak sudah tak kuat lagi. Mereka berhenti di depan Queen, kemudian terduduk dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
Mereka tidak pernah berolahraga sebelumnya, jadi wajah saja jika mereka sudah tidak sanggup lagi berlari meskipun baru satu putaran.
Padahal jika itu Queensa, jangankan hanya lima putaran dia bahkan masih mampu jika harus lari sepuluh kali putaran di sirkuit ini.
Semua itu juga tak lepas dari campur tangan Dion, dialah yang mengajarkan Queen bela diri sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Dia selalu mengajarkan adiknya untuk menjadi gadis yang kuat, dan mampu melindungi orang lain atau setidaknya diri sendirilah.
Terlebih di zaman sekarang ini, dimana kejahatan merajalela dan seolah tak bisa lepas dari kehidupan di dunia. Perlindungan diri itu sangat diperlukan, jadi Dion memang sudah membiasakan Queen untuk melatih fisiknya dengan berlari pagi.
Dulu mereka sering lari keliling kompleks perumahan mereka, tapi setelah beranjak dewasa mereka lebih sering menggunakan treadmill atau terkadang juga lari pagi di taman dekat rumah mereka saat akhir pekan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...