
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Mulai dari baju safety, sarung tangan, dan juga sepatu. Dia tengah menunggu krunya yang sedang melakukan pengecekan pada motor balapnya, sebelum balapan di mulai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pertandingan berlangsung.
"Lea, lo nggak lupa kan apa yang gue bilang tadi?" tanya Queen pada Lea, sahabat sekaligus managernya.
Lea yang lagi dan lagi mendengar hal itu terucap dari mulut Queensa pun, mengerucutkan bibirnya kesal. Bukan saja karena permintaan aneh Queensa, tapi juga karena Queen sudah mengatakan hal itu berkali-kali pada Lea selama dia bersiap tadi.
Rasanya Lea benar-benar jengah dan bosan mendengar pertanyaan dari Queen, juga bosan menjawabnya hingga dia memilih untuk diam.
"Woy, Lea!" serunya dengan kesal, karena Lea tak menjawab pertanyaannya.
"Apaan lagi sih My Queen?" jawab Lea dengan lemas dan pasrah, plus dengan wajah betenya. "Kalo soal yang tadi lo tenang aja, bakal gue lakuin kok. Tapi lo juga harus penuhin syarat yang lo bikin sendiri tadi, lo harus menangin balapan kali ini."
Queen mengacungkan jempolnya pada Lea, dan gadis itu pun segera melangkah menuju ruang ganti yang tadi dipakai oleh Queensa untuk bersiap.
Dia memandangi seragam sekolah Queen yang ada di hadapannya, kemudian menghela nafas panjang.
"Untung aja lo sahabat gue, kalo enggak udah gue jadiin perkedel lo!" gumam Lea yang dengan terpaksa mulai melepaskan pakaiannya dan memakai seragam milik Queen.
Di podium, Alvin sudah celingukan sedari tadi seolah mencari sesuatu yang sepertinya hilang.
"Lo nyariin apaan sih Vin?" tanya Adam.
"Nyari si cupu."
"Iya tapi ngapain? Kalo cuma kebelet, ini udah kelamaan ege! Apa dia semedi dulu di wc buat nyari wangsit?"
Selena, Alana, dan Dion yang tau alasannya hanya berpura-pura tidak perduli dengan obrolan kedua orang itu dan menyibukkan diri mereka dengan aktivitas masing-masing.
"Lah hooh, masa iya lama banget di wc nya tuh bocah. Berak batu kali tuh si cupu, atau jangan-jangan..." Adam tak melanjutkan ucapannya karena sudah berpikir yang macam-macam dengan Queensa.
Alvin menunggu Adam untuk melanjutkan ucapannya, dengan dugaannya tentang apa yang terjadi pada Queensa.
"Jangan-jangan dia di culik?"
Sontak saja Alvin tertawa terbahak-bahak, setelah mendengar ucapan Adam itu. Bukan apa-apa, tapi untuk apa ada orang yang menculik Queensa?
Secara, di lihat dari segi manapun tak ada bagian dari diri Queensa yang membuatnya layak untuk dijadikan target penculikan.
Kekayaan? Setau mereka, Si Cupu adalah seorang siswi miskin yang bisa masuk ke sekolah mereka berkat beasiswa yang dia dapatkan karena otak cerdasnya.
Kecantikan? Kalau itu apalagi. Cantik juga enggak, kalau antik sih memang iya Sasa adalah salah satu manusia antik yang sudah langka di jumpai di zaman sekarang.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...