
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Alhasil Queen pun hanya menghela nafas pasrah dan mengikuti apa yang Alana mau.
Selain karena memang sudah tidak ada alasan baginya menolak, dia juga memang butuh refreshing untuk menenangkan otaknya yang serasa baru saja di panggang hingga kering.
"Udah ayok, nggak usah kelamaan mikir. Keburu jenggotan!" Alana menarik tangan Queensa dan membawanya menuju motor miliknya.
Dia memberikan helm cadangan yang selalu dia bawa pada Queensa, dan menyuruh gadis itu segera memakainya.
"Eh eh eh terus motorku gimana, Lan? Masa iya mau di tinggal di sini?" tanya Queensa sebelum dia naik di jok belakang motor Alana.
"Tenang aja, skutik Lo nggak akan ilang kok. Biarin aja di sini," ujar Alana sambil meminta Queen segera menaiki motornya.
Bersamaan dengan ketiga temannya yang lain yang sudah melajukan motor mereka lebih dulu.
Di depan gerbang sekolah, Alana dan ketiga temannya menuju ke arah yang berlawanan.
Varo, Adam dan Alvin memacu motor mereka menuju markas A four, sedangkan Alana dengan Queensa menuju ke arah sebaliknya yang entah kemana tujuannya.
Queen yang lelah menyandarkan kepalanya di punggung Alana dengan mata terpejam, bukan tidur tapi hanya mencoba menenangkan hatinya saja.
Alana yang merasakan Queensa bersandar padanya, tampak mengulas senyum di balik helm full facenya.
Dia menarik tangan Queensa agar berpegangan dengan erat padanya, yang tentu saja membuat Queensa sedikit terkejut.
Belum sempat Queensa bertanya alasannya, Lana sudah lebih dulu menjawab pertanyaan yang sudah berada di ujung lidahnya itu.
Queen pun akhirnya memeluk Alana dari belakang, karena dia memang sedikit mengantuk saat ini.
Mungkin karena terlalu lelah dengan segala kesialan yang menimpanya, dalam satu hari ini.
Perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu jauh, mereka menuju ke sebuah cafe kekinian yang berada di tepi jurang.
Meskipun terdengar mengerikan jika dilihat dari nama tempatnya, tapi jika sudah melihat alasan kenapa tempat itu dinamai seperti itu, maka pasti kalian akan ketagihan untuk datang ke sana.
Cafe jurang cinta. Dinamakan seperti itu, karena di cafe ini terdapat beberapa meja yang berada di tepi jurang dengan lantai kaca di bawahnya.
Sehingga pelanggan yang duduk di sana bisa melihat ke dasar jurang jika mereka menunduk.
Menguji keberanian memang, tapi dilihat ke sejauh mata memandang, maka para pelanggan akan di manjakan dengan keindahan deretan bukit dengan sawah-sawah hijau yang membentang.
Sawah yang sudah terlihat seperti karpet hijau, dengan terpaan angin sepoi-sepoi membuat para pengunjung yang kebanyakan adalah pasangan kekasih itu merasakan moment yang begitu romantis.
Terlebih lagi, cafe ini juga menyediakan menu pasangan. Mungkin itulah yang menjadi daya tarik cafe itu, bagi para pelanggan yang datang ke sana.
Queen terperangah saat pertama kali menginjakkan kakinya masuk ke cafe itu, dan di sana sini terdapat dekorasi yang begitu indah dengan nuansa Roman yang begitu kental terasa.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...