Queensa

Queensa
Queensa "227"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Namun Putri sangat terkejut, kala mata Alana yang tadinya masih tertutup rapat, kini terbuka dan menatapnya dengan penuh tanya.


"Kau mencintaiku, Put? Apa kau mengatakan yang sebenarnya? Atau hanya ingin menambah luka baru di atas luka lamaku?" tanya Alana pada Putri.


Putri yang kini sadar jika semua itu bukanlah mimpi melainkan kenyataan pun tampak panik, karena sebenarnya dia masih belum siap jika harus bertemu lagi dengan Alana.


Pria yang selalu dan tak pernah hilang dari kursi takhta tertinggi di dalam hatinya, meski mereka tak pernah bersua untuk sekian tahun lamanya.


"Aku... aku..." Putri sama sekali tak mampu menjawab pertanyaan Alana. Dia tau jelas seberapa besar luka yang sudah ia torehkan di dalam hati pria tampan itu, seberapa besar kesalahan yang dia perbuat hingga membuatnya merasa tidak pantas lagi untuk Alana.


"Aku akan bertanya padamu untuk terakhir kalinya, Putri. Meski aku sudah tau jawabannya, tapi aku ingin mendengarnya sekali lagi saja agar aku bisa melanjutkan kembali hidupku tanpa ada nama dan bayangmu di dalamnya."


Deg!


Dada Putri terasa begitu sakit, seperti diremas tanpa ampun saat mendengar ucapan Alana itu. Dia meremas kuat dadanya yang terasa nyeri, dan menunggu Alana melontarkan pertanyaannya.


"Kenapa kau meninggalkanku jika kau mencintaiku?"


"Sebenarnya aku..." Putri meremas jari jemarinya sendiri kemudian menarik nafas panjang sebelum mengatakan segala kebenarannya, "Sebenarnya aku tidak pernah ingin meninggalkanmu, Alan. Dulu..."


#Flashback On


Namun gadis itu merasakan rasa pusing pada kepalanya, hingga dia merasa ada cairan hangat yang mengalir dari lubang hidungnya.


Dia mengusap cairan itu dengan kertas tisu, karena mengira itu sebagai ingus. Tapi dia begitu terkejut saat mendapati bukannya ingus yang mengotoru tisu ditangannya, melainkan noda merah kental yang cukup banyak dan tak berhenti mengalir, bahkan setelah dia hampir menghabiskan seluruh tisu yang tersisa di wadahnya.


"Astaga, Putri! Kamu kenapa, sayang..." Seorang wanita paruh baya yang sangat cantik, tampam berlari panik menghampiri Putri sata dia melihat banyak sekali kertas tisu bekas yang berserakan dengan noda darah di atasnya.


"Nggak tau, Ma. Tadi Putri kira cuma ingus, makanya Putri lap pake tisu. Tapi ternyata Putri mimisan, cuman dari tadi darahnya nggak berhenti-berhenti Ma... kepala Putri jadi makin pusing."


Setelah mengatakan hal itu, perlahan pandangan mata Putri mulai mengabur hingga akhirnya semuanya berubah menjadi gelap dan teriakan sang ibu sayup-sayup terdengar sebelum dia benar-benar tidak sadarkan diri.


*


Ketika Putri Terbangun, dia cukup terkejut karena dirinya sudah berada di atas ranjang rumah sakit, dengan jarum infus yang sudah terpasang di urat nadi tangannya.


"Mama..." Mendengar suara lirih dari arah dalam kamar, membuat Herlina, mama Putri berlari kecil masuk ke dalam kamar bersama sang dokter yang tadinya tengah membicarakan kondisi kesehatan Putri.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...