
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Queen terkejut saat tarikan itu membuat tubuhnya limbung, dan dia yakin jika pantatnya akan kembali mencium lantai dengan mesraaah karenanya hingga dia memejamkan mata dan menunggu rasa sakit di pantatnya.
Namun setelah beberapa saat memejamkan mata, Queen tidak merasakan sakit yang dia bayangkan. Karena ternyata tangan Varo menahan pinggangnya dan membuat Queensa tidak terjatuh.
Queen membuka matanya dan berkedip beberapa kali, "Ganteng banget." Pikir Queen.
Namun baru saja Queen memuji ketampanan Varo, dan merasa menjadi seorang aktris yang tengah memainkan film romantis, justru Varo merusak suasana indah itu.
"Aw!" Queen menjerit tatkala kali ini, pantatnya benar-benar say hi dengan lantai dingin itu dan tentu saja semua ulah di biang sial.
Seperti yang selalu Queen katakan, tak pernah ada hal baik saat dia sedang bersama si biang sial ini.
Dan tak pernah ada kesialan yang luput, saat dia berdekatan dengan Varo, semua kesialan seolah menempel padanya seperti di lem dengan lem UHU.
"Astaga...! Amit-amit jabang bayi, tangan gue ternodai!" gumam Varo sambil menepuk-nepuk tangannya, seolah sedang menyingkirkan debu.
"Biang Sial!?" seru Queen yang tentu saja hanya dalam hati dengan amarah yang sudah memuncak, dan seolah gumpalan magma panas akan segera meluncur keluar dari kepala gadis cantik itu.
"Sial banget sih gue. Ya kalo adegan kayak gitu sama cewek cantik, nah ini sama cewek antik." Varo berbicara dengan entengnya, seolah dia tak mengatakan sesuatu yang salah.
Queen berdiri mengusap bokongnya yang terasa sakit, dengan bibir yang mengerucut geram menahan semua umpatan dan kata azimat yang sangat ingin dia lontarkan saat ini pada si biang sial itu.
"Terimakasih atas semua pujiannya! Dan ya, semua itu juga nggak akan terjadi kalau kamu nggak narik aku."
"Jadi lo nyalahin gue?!" seru Varo.
Queen segera melangkah cepat untuk keluar dari tempat yang sudah bagaikan neraka dunia bagi seorang Queensa Abraham itu, tentunya masih sambil terus mengumpat kesal.
Bahkan Varo sampai melupakan alasan dia mencegah Queen yang ingin pergi tadi, hingga membuat mereka mengalami adegan romantis bak film Hollywood tadi.
Tadinya Varo ingin menyuruh Queen membeli makanan, tapi sepertinya gadis cupu itu sudah kadung kesal dibuatnya.
Varo pun akhirnya memesan makanan lewat aplikasi pesan antar, karena perutnya memang sudah meronta minta diisi.
Bukan karena Varo takut akan kemarahan Queen tadi, melainkan karena dia masih membutuhkan gadis itu untuk memata-matai orang yang dia anggap pacar sahabatnya itu.
Di sisi lain...
"Dasar, biang sial!!!" Queen berteriak dengan keras sambil tetap melajukan kendaraannya, bahkan dia sampai tak menghiraukan pengendara lain yang menatap bingung padanya.
Bahkan ada beberapa orang yang berfikiran negatif pada Queen.
Ada yang mengira gadis itu tengah mabuk, putus cinta hingga depresi, dan bahkan mengira Queensa menggunakan obat-obatan haram hingga membuatnya berbuat seperti itu.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...