
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Di dalam lift, Varo masih memikirkannya keadaan Queensa. Bahkan dia sampai tidak sadar, jika pintu lift itu kini sudah terbuka.
Hingga suara langkah kaki orang-orang yang masuk ke dalam lift itu menyadarkannya, "Permisi, permisi." Varo pun segera keluar dari dalam lift itu sebelum pintu lift kembali tertutup.
Dengan tertatih, Varo berusaha keluar dari rumah sakit itu dan menyusul Mila yang terlihat sedang menunggu taksi di pinggir jalan, depan rumah sakit itu.
Namun saat Varo baru saja akan melangkah keluar dari sana, beberapa orang suster sudah lebih dulu menghentikannya.
"Maaf mas, anda masih belum di ijinkan untuk pulang." Varo yang melihat para perawat itu pun baru sadar, jika saat ini dirinya masihlah pasien.
Bahkan dia masih mengenakan baju pasien, dan luka-lukanya juga belum sembuh sepenuhnya. Yang tentu saja membuat para suster menghalanginya pergi, meski mereka mengenal siapa Varo.
Para perawat bukan takut kalau Varo tak membayar biaya rumah sakitnya, melainkan lebih karena takut kalau kondisi luka Varo kembalu memburuk jika membiarkannya keluar dari rumah sakit dengan kondisi seperti itu.
Mereka tau kalau Varo adalah tuan muda keluarga Graham, keluarga yang begitu terkenal dan juga berpengaruh sehingga mereka takut terkena imbasnya jika tak bisa menjaga Varo sebaik mungkin.
Varo mengusap kasar wajahnya, "Sial!" Namun dia tetap mengikuti para suster yang mengantarkannya kembali ke kamarnya itu.
Tadi saat Adam, Alvin dan Queensa datang, gadis itu langsung membuat Varo kesal karena yang dia tanyakan pertama kali bukanlah keadaannya melainkan keberadaan Alana.
Namum setelah mereka mengatakan jika Alana harusnya sudah sampai sejak tadi di sana, akhirnya Queen memutuskan untuk mencari Alana di sekitaran rumah sakit. Siapa tau Alana sedang makan atau membelikan makanan untuk Varo, begitu pikirnya.
Namun gadis itu tak mendapati Alana di kantin atau di tempat makan yang ada di sekitaran rumah sakit, namum justru menemukan Alana di dalam sebuah ruang rawat, secara tidak sengaja.
Varo yang khawatir karena Queen tak ku jung kembali pun berkata pada Alvin dan Adam kalau dia ingin ke.kamar mandi. Tapi karena Alvin dan Adam yang sibuk bermain game, alhasil mereka tak tau jika Varo ternyata keluar dari ruangan rawatnya dan mencari Queen.
Hingga dia melihat gadis itu berdiri di ambang pintu, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Hingga saat Queensa berlari sambil terisak, dia baru mengetahui alasan pasti kenapa Queen menangis.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...