Queensa

Queensa
Queensa "216"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Dia sudah bersiap mengatakan semua kebenaran, dari apa yang akan ditanyakan oleh Adam. Karena menutupi sesuatu hal dari Adam si Lambe Turah, adalah hal yang sia-sia alias tidak berguna.


"Yang ketiga, tadi lo itu udah lari. Kabur dari kamar rawat lo, sendirian. Tapi giliran Alana mau kejar si Micin, lo nahan dia dengan alesan suruh dia anterin lo kamar mandi. Itu aneh, karena lo aja udah bisa pergi sendiri, bahkan sampe ke rooftop. Tapi lo malah minta bantuan si Lana cuma buat ke kamar mandi. Dan yang terakhir, lo nggak perlu mikir buat jawab pertanyaan ketiga karena gue tau dengan jelas alasannya, tapi gue pengen denger langsung dari lo jawabannya."


Alana yang tak mengetahui apapun, hanya bisa memandang Adam dengan kebingungan yang tergambar jelas di wajahnya.


Sedangkan Varo juga hanya bisa menghela nafas kasar, karena dia sudah mengira kalau cepat atau lambat Adam akan menanyakan hal itu padanya.


"Lo ngomong apaan sih Dam?" tanya Alana dengan dahi yang mengkerut heran.


Namun Adam hanya menjawab pertanyaan Alana dengan jari telunjuk yang dia tempelkan tegak lurus di depan bibirnya, yang membuat Lana hanya bisa terdiam, menanti Varo menjelaskan semaunya secara detail.


"Ok, gue jelasin semuanya. Bahkan kalo perlu sedetail-detailnya!" ujar Varo dengan sedikit kesal, "Gue suka sama Sasa."


Alana tentu saja terkejut bukan main mendengarnya, bahkan dia hanya bisa menatap Varo dengan tatapan bodoh dan tidak percaya.


Bukan tanpa alasan, tapi Varo kan tidak tau siapa Sasa sebenarnya. Dan itu berarti, yang Varo cintai adalah si gadis culun berkacamata tebal yang selalu menjadi bahan bullyannya, bukan Queensa Abraham yang nama dan perstasinya sudah terkenal dimana-mana.


Meskipun semua orang tak akan lagi berani berpikir begitu kalau mereka tau siapa Queensa sebenarnya.


Tapi masalahnya, disini yang Varo kenal hanyalah Sasa, bukan Queensa.


"Dan buat lo, Lan. Gue tau lo itu nggak pernah suka sama si Micin, jadi gue mohon sama lo jangan lo sakitin hati dia karena gue nggak akan tinggal diem lagi kalau sampe lo berani nyakitin dia. Dan itu juga alesan kenapa gue nahan lo disini, karena gue tau suasana hati Sasa bakal makin buruk kalau sampe lo nyusulin dia."


Varo terdiam sejenak, sebatas menghirup udara dan menatap teman-temannya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Untuk alasan kenapa gue ketawa, itu karena gue bahagia. Gue tau gue keliatan jahat, tapi gue seneng karena lo sama si Micin nggak jadian. Tapi asal lo tau aja Lan, Micin itu suka sama lo."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...