Queensa

Queensa
Queensa "164"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Entah kenapa semenjak Varo menyatakan perasaannya, seolah rasa cinta yang dulu dia pendam untuk Mila tiba-tiba menguar, terkikis, berkurang dan seolah akan segera hilang dan habis tak bersisa.


Jahat?


Mungkin iya. Dia yang menyatakan perasaannya pada Mila, dia yang mengajak Mila menjalin hubungan lebih dari sekedar kakak dan adik kelas, lalu dia juga yang tiba-tiba berpaling ke lain hati dengan begitu mudahnya.


Varo kembali mengusap-usap puncak kepala gadis antik yang kini sudah berkelana ke alam mimpinya, sepertinya julukan ***** alias tempel molor adalah julukan yang tepat untuk Queensa yang dengan mudahnya terlelap kapanpun dan dimanapun dia berada.


"Dasar Micin, lo itu beneran kayak micin. Masakan aja kurang lengkap kalau nggak ada micin. Lo itu bumbu spesial, aneh tapi nyata."


Tanpa Varo sadari dari depan pintu ruang rawatnya yang memiliki sedikit bagian dengan kaca, ada sepasang mata yang tengah mengintip caranya menatap Queensa dengan senyum di bibirnya.


Dan orang itu tidak lain adalah Alana. Dia yang tadi pergi membeli makanan untuk dirinya dan, ketiga sahabatnya, dan juga Queensa.


Tadinya dia baru akan masuk ke ruangan itu, namun saat matanya melihat pemandangan di dalam sana, tangan yang tadinya sudah menempel di gagang pintu pun terlepas kembali.


Alana lebih memilih untuk melihat dan mengamati apa yang terjadi di dalam sana, dengan tangan terkepal erat menahan rasa yang begitu campur aduk di dalam hatinya.


Tapi di samping itu ada juga rasa heran kenapa Varo melakukan hal itu, padahal saat ini Queen sedang menggunakan identitas Sasa. Si gadis Cupu yang selalu dia ejek, dia kerjai dan dibuatnya kesal setiap kali bertemu.


"Apa lo suka sama Sasa, Al? Apa itu artinya kita suka sama gadis yang sama dengan identitas yang berbeda? Terus apa gue harus tetep perjuangin cinta gue sama Queen, atau mundur demi lo dan Sasa?" Alana berperang dengan batinnya sendiri, "Tunggu! Si Varo kan udah punya Mila?!"


Tangan Alana langsung terkepal erat, kala mengingat jika Varo sudah memiliki Mila dan mereka bahkan baru menjalin hubungan beberapa hari yang lalu. Lalu apa maksudnya Varo melakukan hal itu pada Queensa?


Alana yang kesal pun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan rawat Varo dan membuat Varo terkejut, begitu pula dengan Queensa yang juga terbangun dari tidurnya saat mendengar pintu yang dibuka dengan cukup keras itu.


Alana berjalan menghampiri Varo, meletakkan bakso yang dibelinya di atas nakas dan menarik tangan Queensa dengan sedikit kasar hingga membuat Queen meringis kesakitan.


Varo pun hanya bisa mengerutkan dahinya melihat sikap Alana yang tiba-tiba saja berubah, padahal tadi sebelum keluar membeli bakso dia masih bersikap biasa saja.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...