
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Kata si empunya, gadis yang semacam itu akan lebih membuatnya tertantang untuk mendapatkan hati mereka, meskipun sudah beberapa kali dia gagal dan berakhir dengan patah hati.
Tapi lihat? Selena sangatlah jauh dari kata itu, pada Dion. Tapi Selena bisa menjadi seperti itu pada orang-orang semacam Rebecca.
"Please..." Selena memperlihatkan mata imut-imut durjananya yang membuat Queensa tak tega untuk menolak permintaan sahabatnya itu.
"Ok, gue bakal bantuin lo. Tapi lo harus inget, gue nggak janji kalo lo bakal berhasil. Jadi lo harus berusaha buat siapin hati lo, semisal rencana PDKT lo sama abang gue gagal. No drama patah hati yang berlebihan, oke?"
Selena pun mengangguk dengan semangat juang empat limanya, kemudian berterimakasih pada Queensa dengan teramat lebay.
"Ya udah gue tidur dulu ya, mau mimpiin abang lo. Eh siapa tadi namanya?"
Auto tepuk jidatlah Queen mendengar pertanyaan Selena. Bahkan nama gebetannya saja dia tidak tau, "Dion, Dion Abraham."
"Ok, goodnight Queen. I'm coming bebeb Dion..." Dan panggilan video pun terputus.
Queen hanya bisa terkekeh sambil geleng-geleng kepala, menatap tingkah laku absurd sahabatnya itu.
Hingga membuatnya berpikir bagaimana jadinya jika Selena dan Dion bersatu, anak mereka pastinya akan menjadi anak yang absurd kuadrat bukan?
Queen benar-benar tak sanggup membayangkan hal itu terjadi. Hanya dengan satu Dion saja, dia sudah sering dibuat pusing.
Lalu ditambah dengan satu Selena, kemudian satu Selena junior dan satu lagi Dion Junior. Alamat darah tinggi dan stroke mendadak Queensa nanti.
Queen yang kelelahan pun segera membaringkan tubuhnya, dia mulai berusaha untuk memejamkan matanya dan menyelam jauh ke alam mimpi indah.
Perlahan Queen mulai memasuki mode tenang dan nyaman, hingga akhirnya dia terlelap dalam tidurnya. Suara dengkuran halus mulai terdengar, mungkin karena dia terlalu lelah.
Baru beberapa jam mata Queen terpejam, tiba-tiba saja mata itu kembali terbuka dan bahkan sangat lebar.
"Hah... hah... hah..."
Nafasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun seiring dengan tarikan nafasnya.
Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, dia terbangun karena sebuah mimpi buruk.
Mimpi buruk macam apa yang bisa membuat seorang Queensa Abraham menjadi seperti itu, hanya Queen, Tuhan, dan Author lah yang tau.
"Shitt! Kenapa gue bisa mimpi kayak gitu yak? Ngeri banget anjir, bisa-bisanya gue mimpiin yang begituan."
Super duper sial, mungkin itulah kata yang tepat untuk diucapkan saat ini pada Queensa. Dia lelah, namun matanya sama sekali tak ingin terpejam lagi barang sesaat pun.
Bahkan hingga jam menunjukkan waktu tepat tengah malam, Queen masih belum bisa tidur lagi. Dia masih sedikit takut kalau-kalau nanti mimpi itu datang lagi, dan ketakutan itu membuatnya begadang sampai pagi.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...