Queensa

Queensa
Queensa "266"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Sial!" Queen mengumpat dalam hati, mendengar apa yang Rebecca katakan.


"Dan asal lo tau aja, Cupu. Asalkan gue kasih kode ke temen gue, di saat itu juga video lo bakalan kesebar keseluruh sekolah. Semua orang bakal tau, seberapa busuknya isi dari cangkang polos lo ini."


Queen menghela nafas panjang. Dia yakin seratus persen, jika Rebecca benar-benar akan melalukan apa yang dia katakan. Dendam gadis itu padanya, memang sudah tidak bisa lagi diselamatkan.


"Girls!" seru Rebecca, pada antek-anteknya, yang ternyata berada di dalam mobil Rebecca sejak tadi.


Tring...


Bunyi notifikasi membuat Queen tau jika semua yang Rebecca katakan sudah terjadi.


Di saat yang sama, seorang pria berlari kencang ke arah dua gadis itu. Dan tanpa basa-basi, dia mendorong Rebecca dengan kuat hingga gadis itu terjungkal ke lantai.


"Lo mau bully, Sasa? Lewatin gue dulu!"


Rebecca membatu, karena orang yang baru saja mendorongnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Alvaro, sosok yang sudah sangat dirindukan oleh para pembaca setia.


Ya, tadi Varo langsung berlari kencang, saat dia yang baru saja datang bersama teman-temannya, melihat sosok Sasa, gadis yang sudah membuatnya hampir gila selama satu bulan ini.


Tadi, mobil yang Varo dan kawan-kawannya tumpangi masih berada di gerbang masuk yang tidak jauh dari area parkir.


Namun ketika Varo melihat Queen dari kejauhan, dia pun langsung turun dari mobil dan berlari seperti orang kerasukan.


"Al, kamu dorong aku demi dia?" tanya Rebecca dengan tidak percaya, "Lo bakalan nyesel, Al!"


Rebecca semakin terkejut, mendengar pengakuan tiba-tiba dari orang yang dia sukai itu. Tak berbeda jauh dengan Queen, yang merasa sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


"Al, kamu~"


Rebecca tak sempat meneruskan ucapannya, kala Varo sudah lebih dulu menarik Queen masuk ke dalam pelukannya, sebagai bukti nyata jika dia serius dengan ucapannya.


"Ya, gue suka sama Sasa. Apa itu masalah buat lo!? Sekali lagi lo berani nyakitin Sasa, abis lo di tangan gue!" Varo membawa Queen pergi dari tempat itu, dan membuat Rebecca semakin murka.


Dia mengumpati Varo dan berseru, "Kamu bodoh Al! Kamu udah ketipu sama muka polosnya! Liat di forum sekolah, dan lo bakal tau siapa dia sebenernya!"


Namun Varo sama sekali tidak menggubris ucapan Rebecca, dan terus menarik lengan Queen menjauh dari tempat itu.


Queen yang tangannya terus digenggam oleh Varo pun, hanya diam dan menurut seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.


Dia masih sangat-sangat terkejut dengan pernyataan Varo yang menurutnya impossible, dan sangat tidak bisa dipercaya jika kata-kata itu terucap dari mulut seorang Alvaro Graham.


Bahkan hingga Varo menghentikan langkahnya, setibanya mereka berdua di taman belakang sekolah, Queen masih tetap terdiam layaknya orang bodoh.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...