
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
Empat gelas es jeruk pun menjadi pengobat rasa pedas mereka, padahal sebenarnya meminum es saat untuk menghilangkan rasa pedas adalah kesalahan besar, karena es justru akan menambah rasa pedas itu menjadi semakin gila.
Harusnya jika ingin menetralisir rasa pedas di mulut, maka minuman yang mereka pesan harusnya adalah minuman panas atau setidaknya hangat.
Meskipun awalnya akan terasa sakit di mulut saat meminum minuman panas atau hangat setelah makan pedas, tapi itu efektif untuk menghilangkan rasa pedas.
Jadi kini Queen dan Alana sudah kelimpungan menahan rasa pedas di mulut mereka, namun mereka tetap saja tak ingin menghentikan mulut mereka mengunyah bakso super pedas itu.
Setelah acara makan penuh drama itu, kini mereka berdua masih teler karena perut yang kekenyangan. Meskipun hanya seporsi bakso, tapi ukuran bakso tumpeng merapi spesial lava itu cukup besar.
Ditambah lagi dengan dua gelas es jeruk yang mereka minum, tentu saja perut mereka kini sudah terisi penuh alias tidak ada lagi space tersisa untuk makanan lainnya, mungkin rasa kenyang ini mampu bertahan hingga besok siang alias mereka tidak perlu sarapan.
Meskipun dengan suara yang masih tersendat-sendat karena rasa pedas yang membakar mulut dan lidahnya itu, belum juga hilang sampai saat ini.
Alana pun berkata, "Hhh... Queen, balik yok. Hhh... udah malem nih, ntar abang lo hhh... nyariin lagi." Alana mengajak Queen untuk segera pulang, karena dia khawatir jika Dion akan mencari Queen kemana-mana.
Alana masih terus mengipasi mulutnya dengan tangan yang dia kibas-kibaskan, padahal dia tau pasti kalau hal itu sana sekali tidak berguna.
Terlebih tadi Queen juga bilang kalau dia pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru, jadi tidak mungkin dia sempat mengabari kakaknya.
"Ya udah hhh... yok balik."
Angin malam yang berhembus dan menerpa wajah mereka, sepertinya mampu menetralisir rasa pedas yang tadinya menyiksa mulut kedua remaja itu.
Hingga tanpa terasa, roda sepeda motor mereka kini sudah berhenti di depan rumah Queensa.
"Gue pulang ya, Queen. Bye." Alana melambaikan tangannya dan kembali melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
Queen juga menekan klakson motornya dan membuat penjaga gerbang segera membukakan gerbang untuk sang nona muda.
Namun baru saja motor Queensa melaju pelan melewati pintu gerbang itu, netranya sudah menangkap sesuatu yang begitu membuatnya muak.
"Shitt! Baru juga gue makan, masa iya gue harus muntah lagi? Ngapain juga sih tu orang pake dateng kesini, lagian siapa coba yang bukain gerbang?"
Setelah motornya berhenti di garasi, Queen turun dan hendak masuk ke dalam rumah, mengabaikan sosok yang paling tak ingin dia temui.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...