Queensa

Queensa
Queensa "90"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen menghela nafas dengan berat, seolah sebuah gunung di timpakan di atas punggungnya dan membuat dirinya sangat tersiksa.


"Oke fine, gue bakal jelasin ke elo. Lagian percuma juga tutupin, tapi gue harap lo masih mau temenan sama gue setelah ini."


Alana sedikit terenyuh melihat ekspresi Queen yang terlihat sedih.


"Kita liat nanti, tergantung apa kebohongan lo dan apa tujuan lo." Gadis itu menatap kedua manusia dihadapannya dengan marah, penasaran dam segala rasa yang campur aduk.


Di saat dia berpikir sudah menemukan seorang teman yang tak menilainya dari fisik, ketenaran maupun materi.


Dia justru harus mengetahui fakta menyakitkan jika wajah sahabatnya yang selama dia lihat, hanyalah sebuah topeng belaka.


"Nama gue bukan Sasa tapi Queensa, Queensa Abraham."


Selena langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Bukan bermaksud merendahkan, tapi di lihat dari wajahnya saja keduanya sudah jelas bukanlah orang yang sama.


"Kalo lo emang gak mau jujur sama gue gak apa-apa, tapi ngibulnya juga jangan keterlaluan dong Sa..."


Queen auto menghela nafas panjang mendengar Selena yang sama sekali tak mempercayai ucapannya, hingga membuatnya harus mengeluarkan kartu ASnya.


Dia menggulung lengannya ke atas, hingga menampilkan bahunya yang berwana putih dan bukan coklat seperti bagian kulitnya yang lain. Dan tentu saja hal itu membuat Selena terbelalak kaget.


"Warna kulit gue ini palsu, gaya rambut gue juga palsu, dan dandanan gue ini semuanya palsu."


Sontak saja Selena mundur ke belakang hingga beberapa langkah, sambil menutup mulutnya yang masih menganga tidak percaya mendengarnya.


"Udah deh Sa... jangan ngadi-ngadi."


"Ya ampun, tadi lo minta gue buat jujur. Giliran gue jujur lo nya nggak percaya gitu, terus gue harus gimana biar lo percaya?" Queen menghentak-hentakkan kakinya karena frustasi. "Gini aja deh, nanti lo ikut gue ke rumah. Soalnya gue nggak mungkin hapus makeup gue di sekolah, gimana?"


"Jadi lo serius? Lo nggak lagi bercanda? Lo beneran Queensa Abraham yang itu? Yang pembalap itu?"


"Iya, iya, iya, dan iya." Jawab Queen dnegan senyum kecutnya mendengar rentetan pertanyaan dari Selena itu.


Dan reaksi Selena tentu saja lebih lebay daripada yang tadi, karena dia kini dia malah melompat-lompat kegirangan. Marah? Tentu saja dia marah, tapi karena alasan yang tidak dapat Queen perkirakan tentunya.


"Lo nggak marah sama gue?"


"Menurut lo? Ya marah lah. Ya kali, lo ngibulin gue tapi gue nggak marah. Sekarang kasih tau gue alesan lo pake nyamar segala kayak gini tuh apa?"


Queen menghela nafas kasar mendengar pertanyaan yang sudah dia prediksikan sebelumnya, dan kini akhirnya terlontar juga dari bibir Selena.


"Panjang, tapi intinya gue mau sekolah dengan tenang, punya temen yang nggak deketin gue cuma karena pamor, look, sama duit."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...