Queensa

Queensa
Queensa "186"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Lagipula dia memang tidak terlalu berminat pada dunia bisnis dan lebih menyukai dunia seni, seperti seni musik, melukis dan lain sebagainya.


Bakat Dion itu diturunkan dari almarhumah bundanya yang memang seorang seniman yang cukup terkenal. Namun bakat bisnis dari sang ayah juga tak serta merta hilang begitu saja, karena Queen menguasai hal itu sepenuhnya.


Terlebih dengan kepandaian otaknya yang memang di atas rata-rata itu, Dion juga mewarisi bakat bisnis sang ayah jadi hanya perlu di asah sedikit saja untuk bisa membuatnya menjadi pebisnis yang handal.


Intinya mereka berdua tidak perlu mengkhawatirkan apapun saat ini, karena mereka sudah memiliki segala yang mereka butuhkan untuk melawan ibu tiri mereka.


Tidak terasa, mobil yang Dion kemudikan sudah hampir sampai di depan gerbang sekolah Queensa, tinggal beberapa puluh meter saja.


Namun Queen segera menghentikan Dion dan menyuruhnya untuk menepikan mobilnya, tepat di belokan yang ada sebelum sekolah Queensa.


"Ngapain turun di sini? Itu masih lumayan jauh loh, mau jalan kaki?" tanya Dion yang bingung dengan sikap adiknya.


Namun Queen sepertinya tidak sependapat dengan Dion, dia melepaskan sabuk pengaman yang membelit tubuhnya kemudian menyambar tas yang tadi dia letakkan.


"Ya kali lo anterin gue sampe depan gerbang, bang? Asal lo tau aja, kemarin pas lo anterin gue pake motor aja udah bikin gue jadi artis dadakan. Apalagi sekarang lo anter gue pake mobil beginian, auto heboh satu sekolahan. Bisa-bisa gue dikira jadi sugar baby om-om perut buncit."


Tanpa menunggu jawaban dari Dion, Queen pun segera turun dari mobil setelah memastikan kondisi sekelilingnya aman dan dia yakin tidak ada orang yang melihatnya turun dari mobil mewah milik Dion.


Dion terkekeh melihat tingkah lucu adiknya itu, terlebih lagi dengan kata-kata sang adik yang menang mungkin saja terjadi.


Sedangkan Queen yang kini sudah berada di sekolah, sedang berjalan menuju kelasnya dengan langkah cepat karena dia ingin sekali untuk segera bertemu dengan Selena, si Ratu bijak.


Namun tiba-tiba saja seseorang menabraknya dari arah belakang, dan membuatnya terjungkal dan kacamata tebal miliknya pun jatuh.


"Oops sorry, sengaja."


Tanpa harus melihat wajah orang yang sudah menabraknya, Queen sudah bisa mengetahui dengan pasti siapa makhluk minus akhlak di hadapannya itu.


Queen pun berusaha mengambil kacamatanya yang terlempar tadi, namun kaki si penabrak yang tidak lain adalah Rebecca itu ternyata bergerak lebih cepat dari pada tangan Queensa.


Dia menginjak kacamata itu hingga hancur, kemudian dengan begitu menyebalkannya dia berkata bahwa dia memang sengaja melakukannya.


"Ups sorry lagi."


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...