Queensa

Queensa
Queensa "233"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


"Sorry, aku nggak sengaja kan aku nggak liat." Queen memamerkan deretan gigi putihnya bersamaan dengan dia yang mengangkat dua jarinya sebagai tanda damai, "Lagian kamu jail sih, masa minta aku ambilin begituan. Makanya aku tutup mata biar mataku yang masih suci ini, nggak terkontaminasi."


Varo pun hanya bisa mencebikkan bibirnya kesal karena jawaban Queen yang sangat menyebalkan itu, tapi dalam hati dia tetap tertawa karena berhasil mengerjai Queen dan membuatnya tersenyum lagi, melupakan rasa sakit hatinya karena Alana meski hanya sebentar saja.


Jujur saja, Varo tidak rela melihat gadis yang dia sukai bersedih apalagi sampai menangis dihadapannua, demi pria lain. Itu membuatnya merasa gagal dan kalah sebelum perang yang sesungguhnya.


"Ya udah sini bantuin gue ganti baju," ujar Varo yang tentu saja membuta Queen membelalakkan matanya hingga membulat sempurna.


Namun Varo yang melihat ekspresi Queen yang begitu terkejut, tentu saja tau apa yang Queen pikirkan itu tidaklah sama dengan apa yang dia maksudkan.


"Jangan piktor deh, Micin... maksud gue itu, bantuin gue ke kamar mandi. Lagian gue belum mandi sejak balik dari rumah sakit. Dan kebetulan gue udah basah kuyup gara-gara kena semburan maut dari lo, jadi gue mandi aja sekalian." Varo menunjuk ke arah Queen, "Dan lo, bantuin gue masuk ke kamar mandi. Bukan bantuin gue ganti baju." tambahnya.


Sontak saja pipi Queen seketika memanas dan pastinya sudah memerah, jika saja riasan tebalnya tak menutupi rona wajahnya itu.


"O-oh gitu, ya udah ayok." Queen segera membantu Varo berdiri dan membawanya ke dalam kamar mandi, tanpa dia tau jika Varo sebenarnya sudah bisa melakukan hal itu sendiri tanpa bantuannya.


Saat pintu kamar mandi tertutup, Queen langsung bersandar pada daun pintu, memukul-mukul pelan kepalanya sendiri, "Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa gue bisa kepikiran sampai ke sana sih? Gue kan jadi keliatan bodoh di depan si biang sial..." rutuk Queen pada dirinya sendiri dengan suara yang lirih.


Kamar Varo memang luas, tapi tidak banyak benda yang ada di sana sehingga kamar yang luas itu jadi terlihat kosong dan semakin lebar selebar jidat author yang setara dengan lapangan basket.


Fokus Queen pun terjatuh pada nakas, dimana di atasnya terdapat sebuah figura foto yang memperlihatkan foto dua orang laki-laki muda yang tampan.


Queen pun mengambilnya dan melihat foto itu dengan seksama sambil menerka-nerka siapakah dua orang pria di dalam foto itu, "Ini pasti Varo," gumam Queen sambil menunjuk pada foto laki-laki yang lebih kecil dalam foto itu, "Tapi yang ini siapa? Kayaknya bukan Adam, Alvin atau Lana. Terus siapa?" Queen berpikir keras, karena dia memang tak tau jika Varo pernah memiliki seorang kakak meski hanua kakak tiri.


Di saat yang sama, dari dalam kamar mandi terdengar suara Varo yang berteriak kencang, membuat Queen tersadar dari lamunannya dan bergegas lari ke kamar mandi.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...