
...Seperti biasa ya bestie......
...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupaðŸ¤ðŸ˜˜...
...***** Happy Reading Bestie *****...
"Sebenernya belum boleh, tapi aku minta sama suster buat kamu di rawat di rumah aja. Nanti aku bakal sewa suster pribadi buat jaga kamu. Aku juga udah kasih tau orang tua kamu soal kondisi kamu, dan mereka minta aku buat jaga kamu sampe mereka balik."
Putri mendengarkan ucapan Alana dengan seksama, tanpa menyela, dan baru bicara saat Alana sudah menyelesaikan ucapannya, "Jadi?"
"Ya aku bawa kamu pulang kerumahku, untuk sementara waktu. Lagian kakak kamu kan udah nitipin kamu ke aku. Kamu juga denger sendiri kan apa yang tadi Queen bilang, kalau dia bakal habisin aku kalau kamu kenapa-napa. Jadi aku harus jaga kamu dengan baik. So, keputusan finalku ya, bawa kamu ke rumahku."
Putri pun mengangguk mengiyakan. Lagipula dia rumah Alana juga bukan hanya ada Alana saja bukan?
Ada pembantu rumah tangga, sopir, dan juga satpam. Jadi tidak masalah jika memang dia harus tinggal satu atap dengan Alana.
Putri memang tau pasti, kalau orang tua Alana selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Mereka hanya menggelontori Alana dengan uang, tapi mereka lupa jika yang seorang anak butuhkan bukan selalu hanya soal uang, tapi juga kasih sayang.
Kedua orang tua Alana, biasanya hanya akan pulang satu kali dalam beberapa bulan. Itu pun mereka hanya tinggal dirumah selama beberapa hari saja, sehingga waktu yang Alana miliki bersama orang tuanya benar-benar sangat sedikit.
Setidaknya jika dia tinggal bersama Alana, pria itu tak akan terlalu kesepian. Seperti dulu, saat mereka masih seorang bocah cilik.
Dulu Alana akan selalu merajuk, jika Putri dibawa pulang oleh orang tuanya, karena hari sudah senja. Dia selalu mengatakan jika suatu saat nanti, dia akan menikahi Putri dan membuat gadis itu tinggal bersamanya sepanjang waktu.
"Astaga Alana... kamu ngagetin banget sih," Putri manatap Alana dengan wajah yang kesal, karena sudah dibuat terkejut hingga jantungnya serasa ingin copot, oleh Alana.
Alana pun terkekeh pelan dan menoyor pelan, jidat Putri, "Lagian, siapa suruh kamu ngelamun? Ntar kesambet jin tomang kan berabe." Canda Alana, yang langsunh mendapatkan tatapan kesal kuadrat dari Putri, bahkan Putri sudah menggembungkan kedua pipinya.
Alana yang gemas pun mencubit kedua pipi itu, "Ini pipi udah kaya kue cubit, jangan makin di gedein gini. Ntar berubah jadi kue apem." Alana terkekeh pelan, namun cubitan Putri di pinggangnya, membuat tawanya berubah menjadi rintihan.
"Aku jadi makin yakin kalau kamu sama Queen itu beneran saudara kembar. Soalnya, kalian itu sama-sama kejam. Suka banget main kekerasan."
"Nggak perduli," Putri menjulurkan lidahnya, lalu membuang wajahnya kearah lain.
Adegan itu membuat Alana seolah melihat kilas balik, masa lalu mereka berdua. Putri memang adalah sosok yang anggun, tapi jika bersamanya, terkadang Putri akan menjadi sosok yang humoris, manja, dan kadang juga Putri sedikit menyebalkan.
...*******...
...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...
...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...
...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....
...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...