Queensa

Queensa
Queensa "204"



...Seperti biasa ya bestie......


...Tinggalkan like, komen, vote dan juga masukkan ke favorit! Jangan lupa🤭😘...


...***** Happy Reading Bestie *****...


Queen yang mengenali suara itu pun segera bangkit berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap pada sosok itu. Tak lupa dia juga menghapus air matanya.


"Ngapain kamu di sini? Kamu kan lagi sakit." Ya, dia adalah Varo.


"Kalo gue nggak kesini, yang ada rumah sakit ini udah rame sama wartawan dan polisi. Lagian lo gila apa, ngapain coba pake mau bunuh diri segala!?"


Queen pun terdiam dengan tatapan tajam yang dia arahkan pada Varo, "Bunuh diri? Siapa juga yang mau bunuh diri. Sok tau banget sih."


"Terus lo tadi di sana ngapain? Main sirkus?" sindir Varo.


"Aku cuma pengen lepasin beban hidup aku aja, nggak lebih."


"Iya, tapi kalo kepeleset yang lepas bukan cuma beban hidup lo, tapi nyawa lo juga. Ada-ada aja, heran gue. Lagian patah hati itu nggak ngakhirin segalanya, Micin...! Gemes gue sama lo, pengen gue cuci otak lo biar bersih!"


"What?! Kamu tau darimana? Jangan sok tau ya, Varo."


"Gue cuma luka bukannya buta, Micin. Gue liat semuanya. Dan gue juga tau siapa cewek itu. Alana pernah bilang kalau dia punya satu cewek yang dia cintain, tapi gue belum pernah ketemu sama tuh cewek gue cuma tau namanya. Putri Anindita Prakoso dia~"


"Stop! Aku nggak mau denger apapun lagi!" seru Queen sambil menutup telinganya.


Dan tanpa banyak kata, Varo pun mendekap tubuh Queen yang tengah bergetar hebat dengan air mata yang sudah tak mampu ia bendung lagi.


Tanpa rasa malu lagi Queen menumpahkan tangisnya di pundak Varo, orang nomor satu dalam daftar orang yang paling dia benci. Tapi kini hanya dia yang ada saat dirinya terpuruk, hanya dia yang memberikan bahunya secara suka rela.


Bahkan dia rela menyakiti perasaannya sendiri demi menenangkan gadis berkacamata tebal itu, "Gue cemburu, Sa. Gue cemburu liat lo jatuhin air mata lo buat cowok lain, sakit."


Meskipun hatinya terasa sakit melihat gadis yang entah sejak kapan sudah mengisi ruang hatinya itu, namun dia tetap mencoba menghibur dan menenangkan Queensa.


"Lo tau, Alana dulu sampai pernah bunuh diri gara-gara cewek itu ninggalin dia buat cowok lain. Dan gue yakin dia bukan sengaja kasih lo harapan palsu, Sa... Tapi emang buat move on dari cewek itu terlalu berat buat Alana, mereka udah sama-sama sejak mereka kecil."


Mendengar itu Queen semakin terisak, itu karena Varo tidak mengetahui satu hal yang paling membuat Queen sedih.


Bukan kehilangan Alana, bukan karena Alana yang seolah mempermainkan perasaannya. Tapi karena dia merasa menjadi seorang pengganti. Dia merasa jika Alana hanya menganggap dirinya sebagai penggantinya Putri.


Why? Karena asal kalian tau saja, wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah asli Queensa, hanya gaya dan cara berpakaian mereka saja yang berbeda, mungkin juga sifat mereka.


...*******...


...Jangan lupa like, komen, vote dan sumbangkan sedikit poin kalian ya guys.🙈...


...Dukungan kalian adalah hal terindah yang selalu membuatku bahagia.🤣...


...Novel yang satu ini novel ringan ya guys, jadi maklumin aja kalau alurnya memang agak lambat....


...Kalau kalian nyari yang konfliknya berat seberat beban hidup author, kalian salah tempat.🙊...